BREAKING NEWS

Main Slider

Entertainment

Fashion

Food

Bang Iwan menari kuda lumping di Java Jazz 2017








lagu "Kuda Lumping", mengakhiri penampilan Bang iwan di Java Jazz Festival 2017, di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (6/3/2017) tepat pukul 01.03 WIb.


Tampil di BNI Stage di Hall B3, Bang Iwan membuka penampilan dengan lagu andalannya yang berjudul "Yang Terlupakan". Kemudian disusul dengan tembang "Izinkan Aku Mencintaimu" dan "Bongkar".


Dengan memainkan gitar akustik, Bang Iwan yang mengenakan kaus kerah putih kemudian memanggil duo Maurice Brown (terompet) dan Kirk Whallum (saxophone). Tembang "Bento" pun meluncur, yang meramaikan pergantian hari.



"Namaku Bento rumah real estate //Mobilku banyak, harta melimpah // Orang memanggilku, bos eksekutif // Tokoh papan atas, atas sgalanya, asik," demikian penggalan lagu tersebut berkumandang.


Bang Iwan terus memanaskan malam yang makin larut dengan lagu "Asyik Nggak Asyik" dan "Hio".


Saat Bang Iwan menghentak BNI Stage dengan "Kuda Lumping", penonton yang masih bersemangat pun berjingkrak dengan gerakan ala kuda lumping.



Sebelum benar-benar menutup cara, Bang Iwan tidak langsung mundur dari panggung. Ia menari-nari ala kuda lumping bersama semua personel band yang mengiringnya.


Penonton menyambut aksi Bang Iwan dan kawan-kawan itu dengan tepuk tangan meriah. "Terima kasih semuanya," kata Bang Iwan dengan lantang.


Ini merupakan partisipasi perdana Bang Iwan dalam sejarah Java Jazz Festival.

Untuk pertama kalinya Bang Iwan Hadir di panggung Java Jazz sejak 13 tahun lalu

Bang Iwan Fals akan tampil dalam gelaran Java Jazz Festival 2017 yang diadakan pada 3-5 Maret di JIExpo Kemayoran Jakarta. Ini merupakan kali pertamanya Iwan Fals meramaikan panggung Java Jazz sejak 13 tahun lalu.

"Ini akan menjadi salah satu penampilan yang menarik dan dinanti-nanti para pengunjung," kata Elfa Zulham selaku Program Coordinator Java Jazz Festival saat konferensi pers Java Jazz Festival 2017di Jakarta Pusat, Rabu (1/3).

Pada penampilan pertamanya di Java Jazz ini, Iwan Fals akan berkolaborasi dengan musisi internasional yaitu Maurice Brown & Kirk Whallum. Menurut Elva, Iwan Fals beserta Maurice Brown & Kirk Whallum telah mempersipkan penampilan mereka dengan melakukan latihan-latihan bersama.

Berdasarkan jadwal yang dirilis melalui website resmi Java Jazz Festival, penampilan Iwan Fals akan menutup perhelatan tahunan ini tepat pada tanggal 5 Maret pukul 23.00 malam hingga 00.30 dini hari. 

Untuk mengantisipasi massa yang membludak, Elfa mengatakan pihaknya telah mendapatkan dukungan keamanan dari personil kepolisian dan TNI. Namun, Elfa belum dapat memastikan berapa jumlah personil keamana  yang akan mengawal acara ini.

"Iwan Fals yang terkenal memiliki fans yang banyak sudah kita persiapkan beberapa planning, tapi biasanya setiap tahun lancar," kata Elfa.

Bang iwan akan menutup panggung Java Jazz Festival 2017 pukul 23.30 di Hall D2. Aksi panggungnya menjadi yang paling dinantikan bukan hanya karena karya-karya yang telah melegenda tapi akan adanya kolaborasi bersama musisi asing.
Pelantun Bento tersebut akan menggaet pemain instrumen Maurice Brawn dan Kirck Whallum, yang sehari sebelumnya sepanggung dengan Afgan hingga pukul 00.30 WIB pada Senin, 6 Maret 2017.

21 November 2015 - 16:00 Untukmu Indonesia GBK

 
21 November 2015 - 16:00 
Untukmu Indonesia GBK

Music Director : Iwang Noorsaid

Konser Musik Nyanyian Bangsa 28 October 2015 - 20:00

28 October 2015 - 20:00 
 Konser Musik Nyanyian Bangsa  
Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki


HTM : Rp. 500.000,- (PLATINUM)
Rp. 300.000,- (GOLD)
Rp. 200.000,- (SILVER)
Rp. 150.000,- (BRONZE)
Rp. 100.000,- (BALCON)


http://www.tamanismailmarzuki.co.id/tiket-tim/

Puncak Kompetisi Kreativitas


24 October 2015 - 21:30  
Puncak Kompetisi Kreativitas  
Passionville 2015 di Yogyakarta

Guru Iwan Fals


Minggu pagi (25/10) Rumah Iwan Fals bakal didatangi banyak orang. Tepatnya di Panggung Kita Leuwinanggung 19 ada pemandangan yang berbeda. Arena konser kini dipenuhi ratusan orang yang datang mengenakan pakaian putih-putih. Kedatangannya membuat Panggung Kita riuh bergemuruh. Mereka berbaris, berdiri, berbaring, bergerak, dan teriak semangat di atas aspal hitam. Pagi hingga siang hari ditemani terik mentari tanpa alas kaki dan ini semuanya mesti dihadapi bukan diratapi. Mereka bahagia.

Menjadi karateka bukan sok jagoan. Karena semakin didalami akan semakin isi dan menemukan makna pengendalian diri. Seperti pegakuan seorang karateka yang memilih ikut latihan karena alasan sederhana, agar berkeringat. Keringat itu hasil pergerakan dan pergerakan membentuk keseimbangan. Seperti naik sepeda agar seimbang maka mesti ada pergerakan yaitu dengan cara mengayuhnya.

Iwan Fals seorang guru. Iwan Fals pemegang sabuk hitam Dan V. Guru dalam berlatih karate disebut Sensei. Sen artinya kepala, Sei artinya hidup. Sensei atau guru bukan yang hanya ngomong memberikan perintah saja tetapi Sensei adalah guru kehidupan yang mengajarkan kebaikan dan mengayomi seluruh murid-muridnya sehingga para murid senantiasa mengikuti ajaran kebaikannya. Sensei melatih karate sepenuh hati dan mengajarkan kebaikan agar ilmu yang diajarkan dapat diterapkan murid-muridnya.

Seperti kutipan dialog beberapa waktu lalu di Bima, (26/9). “Apa yang membuat Iwan Fals tidak takut konser di Bima dan apa yang membuat Iwan Fals tetap segar dan kuat di atas panggung ?” tanya seorang peserta Meet & Greet Iwan Fals.

Iwan Fals menjawab : “Kenapa mesti takut konser di Bima. Saya takut kepada Allah,” ucap Iwan Fals singkat. Tentang menjaga kesehatan dan rahasia Iwan Fals di atas panggung, Iwan Fals mempunyai jawaban sendiri: “Saya latihan karate. Di rumah saya melatih karate. Saya push up minimal 50 kali sehari. Kalo lagi rajin saya push up 100 kali sampai 200 kali.”

Kembali kepada Guru Iwan Fals. Guru dalam filosofi Jawa bermakna “digugu dan ditiru.” Guru bisa digugu karena ucapannya menjadi panutan. Menjadi guru harus banyak membaca, bertanya, mengamati, dan meneliti. Apapun yang diucapkannya akan dianggap benar oleh murid-muridnya. Guru bisa ditiru karena perbuatannya menjadi contoh.

Guru yang baik seperti pemain layang-layang sejati. Dia tak akan pernah membiarkan layang-layang putus. Dia tak akan pernah menginginkan layang-layang jatuh. Dia akan tahu kapan harus diulur, kapan harus ditahan, kapan harus ditarik, dan kapan benangnya mesti digulung. Layang-layang terbang melayang bebas meliuk-liuk di udara adalah kebahagiaan bagi pemain layang-layang sejati. Demikian pula dengan guru yang akan selalu bahagia apabila murid-muridnya sukses.

Seperti yang terjadi di Pendopo Karate, Selasa (13/10). Latihan karate tidak seperti biasanya, berlangsung tiga jam. Biasanya latihan karate berlangsung dua jam. Kalau Iwan Fals yang melatih karate disepakati menjadi dua jam tiga puluh menit. Iwan Fals tahu kalau beberapa hari lagi bakal ada ujian kenaikan sabuk. Maka sebagai guru yang ingin murid-muridnya sukses, Iwan fals memberikan menu latihan sungguh-sungguh. Tidak lebih dan tidak kurang yang Iwan Fals punya dan itulah yang Iwan Fals beri. Karateka wajib menguasai disiplin gerak , tiga unsur gerak yaitu kihong (dasar karate), kata (seni bela diri), dan kumite (pertarungan).

“Masukkan karate dalam keseharianmu karena kamu akan menemukan myo (rahasia yang tersembunyi) dan karate itu mesti setiap saat karena dia seperti air mendidih yang akan dingin kalau tidak memanaskannya,” kata Iwan Fals.

Awalnya putih murni dan suci seperti bayi baru lahir
ia lemah sekaligus liat energinya berlipat-lipat
pertumbuhannya tergantung sang guru (Tangan Kosong, Iwan Fals)

Mengapa Jalur Hukum


Rabu siang (23/9) di Ruang Sidang Mudjono Pengadilan Negeri Jakarta Barat dipadati insan pers. Agenda persidangan gugatan wanprestasi terhadap PT Airo Swadaya Stupa. PT Tiga Rambu sebagai penggugat mengikuti jalannya sidang. Hadir Rosana, Cikal, Arda, Indri, Firman, juga kuasa hukum Firmansyah & Kurniagung Law Firm.

“Kami telah mencoba menempuh jalan damai dari sejak kami mengetahui ditayangkannya konser Kantata Barock di sebuah stasiun TV swasta tetapi tidak ada tanggapan yang baik dari PT Airo sejak 2013 sampai dengan 2014. Akhirnya kami memutuskan untuk menempuh jalur hukum dengan menunjuk kuasa hukum Firmansyah & Kurniagung Law Firm untuk mengajukan gugatan wanprestasi ke Pengadilan Negeri Jakarta Barat,” ungkap Cikal usai keluar dari ruang sidang.

Mengapa jalur hukum, Rosana memberikan keterangan : “Karena itu bagian dari satu pilihan yang harus dikerjakan ketika ada pelanggaran kontrak dan mediasi tidak berhasil. Nah sekarang langkahnya sudah sampai ke hukum. Saya ikutin aja prosesnya. Keputusannya ya atau tidak dan benar atau salah.”

Mengenai hubungan pribadi Iwan Fals dan Setiawan Djody, Rosana menjelaskan : “Sejauh ini baik-baik saja. Kami hanya menuntut hak kami sesuai dengan perjanjian yang telah ditandatangani untuk konser Kantata Barock.”

Kuasa hukum PT Tiga Rambu mengatakan : “Permasalahan hukum yang sedang berlangsung adalah murni permasalahan perdata antar perusahaan. Bukti-bukti dan saksi-saksi yang akan kami ajukan di pengadilan sudah sangat kuat dimana dari klien kami juga akan mengajukan beberapa saksi yang menyaksikan adanya penayangan ulang konser Kantata Barock. Namun apabila masyarakat ada yang pernah menyaksikan tayangan konser tersebut, kami akan sangat berterima kasih apabila bersedia untuk bersaksi juga di persidangan.”

Negara ini adalah negara hukum dan putusan hukum berada di tangan pemegang palu sidang. Dia menjalankan tugas mulia. Dia adalah Majelis Hakim. Sebagai utusan Tuhan yang memeriksa dan memutuskan perkara menjadi putusan yang seadil-adilnya (ex aequo et bono).

Kejutan 54


Ada situasi yang berbeda di Leuwinanggung, (3/9). Siang hari karyawan PT. Tiga Rambu mengejutkan Iwan Fals & Band. Dengan riang gembira Pak Ajum cs memainkan gitar dan instrumen dapur berjalan mendekat ke Iwan Fals sambil bernyanyi : “Selamat sejahtera sehat sentausa.”

Ada apa gerangan ? Mari kita telusuri. Jelajah dunia maya adalah salah satu upaya mencari informasi. Ternyata lelaki berbintang virgo yang kini usianya 54 tahun melalui akun twitternya @iwanfals, menulis : “54 angka yg oke tuh sebab 5+4=9 smentara ini bln 9 & 2015 klo dijumlah 2+0+1+5=8 + 1 ya 9 kan.”

Tak berhenti sampai di situ. Siang hingga sore teman-teman Oi berkumpul di Panggung Kita. Mereka sedang mempersiapkan sesuatu. Lapangan aspal bertuliskan angka 54 yang rencana menjadi tempat pembakaran. Sedikit bicara banyak bekerja, seolah menjadi motto yang pas digunakan untuk mempersiapkan segalanya. Saling menjaga, pandai menyimpan rahasia, dan fokus kepada target. Seperti agenda taktis kejutan 54 alias silent operasional 54.

Malam saat gelap datang di atas panggangan angka 54 dan 1000 ekor ikan menjadi kejutan selanjutnya. Rosana Listanto mengatakan : “Saya diminta kesediaanya untuk menyiapkan semuanya untuk kasih kejuatan buat Pak Iwan sehubungan hari miladnya ke-54. Ini surprise yang kita berikan dan mudah-mudahan bisa memotivasi Pak Iwan lebih semangat lagi bersama kita. Walau kita bukan di pinggir laut namun kita bisa menikmati bakar ikan. Semoga apapun yang kita kerjakan menjadi manfaat kita bersama, Amin Ya Rabbal Alamin.”

Acara ini spontan namun meriah. Dan yang paling menariknya adalah kejutannya. Arif Priok selaku penggagas acara mengakui : “Yang support acara ini, dua haji. Pak Haji Satori dan Pak Haji Yunus. Saya diangkat jadi dirut, disuruh nurut.”

Malam itu Iwan Fals benar-benar kaget. “Koq banyak orang, tau gini saya pake jas tadi tuh”, candanya. Iwan Fals memberikan sambutan : “Terima kasih semuanya yang udah ngucapin selamat. Mudah-mudahan nambah-nambah energi buat saya, kami sekeluarga, teman-teman Oi dan semuanya. Dan kalau saya bisa berdoa mudah-mudah ini menjadi doa buat keteduhan dan kedamaian Indonesia.”

Di tengah kejutan ada candaan. Inilah Iwan Fals. Dengan bercanda Iwan Fals memperagakan potong tumpeng memakai jurus karate. Dipilihnya lauk pauk yang pas. Saat ditanya sebenarnya tumpeng ini ditujukan untuk siapa, Iwan Fals menjawab singkat : “Ada deh.”

Dengan sedikit gerakan tubuh, seolah memberikan kepada yang paling dekat namun ternyata tumpeng itu diberikan kepada isteri tercinta yang posisinya berhadapan dengan Iwan fals. Rosana yang membantu memegangkan piring sebelumnya sudah tepuk tangan karena tumpeng akan diberikan Iwan Fals kepada orang yang ada di sekelilingnya. Rosana terkejut dan keduanya berjabat tangan. Iwan Fals memberikan kecupan tangan yang dibalas kecupan tangan isteri.

Perjalanan Iwan Fals jika diikuti akan selalu menarik karena di balik peristiwa selalu ada pelajaran. Yang mengejutkan selanjutnya adalah selama ini Iwan Fals selalu mengajak kebaikan dan salah satunya mengajak kita untuk peduli sesama melalui donor darah. Iwan Fals lahir bertepatan dengan Hari Palang Merah Indonesia (PMI). Ketika redaksi menanyakan ke Iwan Fals tentang apakah antara Iwan Fals dan kegemarannya donor darah sehubungan Iwan Fals dan PMI sama-sama (3/9)? Iwan Fals menjawab : “Saya baru tahu karena kamu kasih tahu sekarang

Harmoni Musik Harmoni Kehidupan


Sabtu malam (30/5) di atas panggung Lapangan Suryadarma Kalijati Iwan Fals mengajak semua untuk bersih pikir dan bersih hati dalam menyikapi keadaan. “Mun teu ngoprek moal nyapek, mun teu ngakal moal ngakeul, mun teu ngarah moal ngarih,” kata Iwan Fals. Bahwa segala hal harus memakai akal dan diteliti, setelah diteliti hasilnya dijadikan sesuatu yang bermanfaat bagi kehidupan.

Menyapa penonton dengan enam belas lagu pilihan selama dua jam memberikan makna tersendiri dari sebuah pertunjukan musik. Tidak kurang dari dua puluh ribu penonton yang terpanggil hadir di sana. Atmosfer silih asah, silih asih, silih asuh berlangsung menjadi harmoni kehidupan dari sebuah babak pertunjukan. Silih asah adalah saling mengembangkan diri dengan pengetahuan agar masyarakat mampu merespon perkembangan zaman. Silih asih adalah cinta kasih kepada Tuhan, alam, dan sesama manusia. Silih asuh itu mengayomi dan memupuk kebersamaan agar tidak terjadi konflik sosial. Siliwangi dimaknai sebagai silih wawangi artinya saling mengharumkan. Prabu Siliwangi menciptakan kesadaran dan pengetahuan trilogi silih asah, silih asih, silih asuh. Dari Prabu Siliwangi trilogi ini melekat pada masyarakat Sunda sebagai tuntunan hidup sampai sekarang.

Harmoni itu berlangsung bukan saja di wilayah bermain musik. Pada ruang kehidupan yang lebih luas harmoni itu lahir karena keselarasan antar manusia dengan Tuhan, manusia dengan alam, dan manusia dengan manusia. Seperti saat Iwan Fals menyerahkan pohon kepada Komandan Lanud Suryadarma Kolonel Penerbang Tahyodi, Kepala Depo Djinggo Yudi, dan Dedi Sumardi. Kemudian Dedi Sumardi membalas dengan memberikan toleat alat musik tradisional Subang.

Menjelang lagu terakhir Iwan Fals berkata : “Hati-hati di jalan. Besok donor darah. Jaga kesehatan, jangan begadang. Hatur nuhun.” Kemudian meluncur Pemborong Jalan dengan potongan kalimat fals “Baru kemarin selesai diaspal. Terkena hujan kok jerawatan?

Jejak Jalanan


Bagi Kelompok Penyanyi Jalanan (KPJ) 2 Mei memiliki makna tersendiri. Bertempat di Bulungan Jakarta Selatan lebih dari seribu orang hadir menyaksikan 33 Tahun KPJ. Acara yang digelar setiap tahun ini sudah dipadati penonton sejak sore hari. Tersiar kabar Iwan Fals bakal hadir. Cukup beralasan mengapa Iwan Fals selalu dikait-kaitkan dengan KPJ. Ditemui di lokasi, Pembina KPJ Jawa Barat Cecep Pramulyana mengungkapkan : “Tegaskan jejak perjuangan jangan biarkan jejak itu menghilang. Bang Iwan Fals dan Mas Anto Baret legenda hidup penjaga nilai-nilai kehidupan.”

Jam 22:00 Iwan Fals didampingi istri (Rosana Listanto) dan putra (Raya Rambu Rabbani) tiba di Bulungan. Anto Baret menyambut hangat Iwan Fals lantas mengalir obrolan santai. Konsistensi Iwan Fals sebagai kawan seperjalanan terjaga tatkala keduanya akrab satu panggung membawakan lagu-lagu KPJ. “Kulangkahkan kakiku yang rapuh…” tanpa basa basi meluncur sebagai syair pembuka. Di atas panggung delapan buah lagu dibawakan Iwan Fals dan Anto Baret. Tantangan akan menghadang di jalanan. Butuh kesabaran dan daya juang untuk menghadapinya. Seperti kata Anto Baret : “Di jalanan perjuangan hidup pantang pudar.”

Semoga hidup kita bahagia
Semoga hidup kita sejahtera
Kuberikan padamu sebuah batu akik
Tanda sayang batin yang tercekik
Rawat baik-baik walau kita terjepit
Dari kesempatan yang semakin sempit


Liriknya sederhana tetapi pas dengan fenomena jaman. Contohnya trend batu akik yang kini mewabah sudah diprediksi jauh sebelumnya lewat Kembang Pete. Dari jalanan bisa membaca analisa jaman. Suara jalanan adalah kejujuran dan kejujuran adalah doa. Iwan Fals dan Anto Baret, keduanya sosok pejuang yang tumbuh di jalanan merespon potret sosial lewat ekspresi lagu.

" Galang Hadir" di Konser Air


Mendarat di Bandara Luwuk Sulawesi Tengah dengan tebing menghadap laut dan landasan yang tidak terlalu panjang mengisyaratkan bahwa di sini adalah kawasan yang tenang jauh dari kesemrawutan kota. Luwuk sebuah daerah yang memiliki wilayah perbukitan langsung menghadap ke laut dengan pemandangan eksotik siang dan malam hari. Airnya tenang dan jernih. Ikan-ikan menari di dalam laut jernih dan itu bisa disaksikan langsung dari darat. Luwuk Berair (bersih, aman, indah, rapih) mengadakan Konser Air Iwan Fals. Sehari sebelum Konser Air digelar tepatnya Jumat (24/4) masyarakat dikejutkan oleh Iwan Fals yang Shalat Jumat di Masjid Agung An-Nur Luwuk. Usai Shalat Jumat Iwan Fals diserbu masyarakat untuk bersalaman. Iwan Fals menjadi kerumunan dan terjepit sampai sulit untuk keluar masjid. Iwan Fals diarahkan keluar melalui pintu belakang mimbar masjid. Tidak cukup disitu, masyarakat menyerbu mobil yang ditumpangi Iwan Fals. Masyarakat terus memburu mobil dan Iwan Fals membuka kaca jendela sambil menyalami mereka. Sebagian yang tidak ngotot menyerbu Iwan Fals terdengar dari kejauhan mengucapkan salam “Bang Iwan, Assalamualaikum.” Iwan Fals walau sambil mengayunkan langkah kaki tapi tetap membalas dengan jawaban “Waalaikumsalam.”

Rombongan menuju sebuah lokasi melewati jalanan bukit selama tidak lebih satu jam. Lokasi yang dituju adalah Air Terjun Salodik. Hijau, sejuk, segar dan air yang dingin menarik minat Iwan Fals untuk mengitari kawasan yang dihiasi pepohonan dan air terjun. Siang itu Iwan Fals berjalan sekedar ingin menyaksikan pemandangan air terjun dari bawah. Dari bawah air terjun seolah memanggil-manggil untuk turun ke dalam air yang jernih, dingin, dan menyegarkan. Selang beberapa menit baju dan celana panjang yang dikenakan dicopotnya. Menyusul kemudian Balung, Sonata, Yose. Iwan Fals menunjuk dan memanggil yang lainnya untuk ikut turun ke air. Toto Tewel, Edi Daromi dan beberapa orang crew seperti Bilal dan Wandi turun juga. Sesuai dengan tema, namanya Konser Air maka mesti main air. Karena menikmati air menjawab rasa penasaran tentang keindahan air Kabupaten Luwuk. “Jauh-jauh kesini nggak nyebur nyesel loh,” ucap Iwan Fals.

Sore harinya rombongan menuju lokasi penanaman pohon di Teluk Balong. Teluk Balong diperjuangkan dan diproyeksikan oleh Oi menjadi kawasan RTH (Ruang Terbuka Hijau). Hadir Bupati dan Muspida Kabupaten Banggai. Pengurus BPP Ormas Oi yang memberikan sambutan singkat bicara dengan bahasa daerah “Imbo na kita montanam.” Yang artinya seruan mari kita semua menanam. Selanjutnya Iwan Fals bercerita tentang kesan air laut di Luwuk. “Teman saya pemain gitar mengirim gambar ke saya. Air laut jernih. Ikan-ikan besar menari di kaki. Tak Biru Lagi Lautku, wah saya salah bikin lagu. Ternyata ada laut biru. Itu lagu bikin di Jawa,” ujar Iwan Fals.

Malam harinya cuaca tidak bersahabat di lapangan tempat berlangsung konser yang dijadwalkan besok (Sabtu sore). Hujan deras menyebabkan soundcheck ditunda.Tapi anehnya hujan hanya menyirami lapangan konser. Sementara di beberapa tempat lainnya seperti alun-alun kota dan hotel tidak hujan. Malam itu di Silaturahmi Iwan Fals menyemangati para penggemar dan meyakinkan kepada semua tentang nilai-nilai kebaikan. “Inilah kita, memberikan kebaikan dimanapun kita berada. Di jalanan, di istana, dimanapun. Jalani semua dengan bahagia.”

Sabtu (25/4) Lapangan GOR Kilongan Luwuk Banggai mulai dibanjiri ribuan penonton. Lapangan sepak bola ini tidak terawat sebelumnya. Selama empat bulan dibersihkan oleh panitia secara gotong royong setiap Sabtu-Minggu. Tidak kurang dari lima belas ribu orang hadir di Konser Air Iwan Fals. Di Pintu I dipasang spanduk bertuliskan “Datang Bersih Pulang Bersih.”

Dari kejauhan nampak Iwan Fals di atas panggung Konser Air menyampaikan suara hatinya. “Hari ini 25 April, 18 tahun yang lalu anak saya Almarhum Galang Rambu Anarki pergi. Semoga dia hadir di sini,” kata Iwan Fals . Kalimat tadi mengawali lagu pembuka Bangunlah Putra/iPertiwi.

Iwan Fals bercerita tentang laut. Kesan laut adalah seperti yang tertulis di Tak Biru Lagi Lautku. “Rupanya saya keliru. Di sini ikan-ikan bisa menari di kaki. Kalian bisa jaga ?” tanya Iwan Fals langsung disambut dengan jawaban penonton : “Bisa !”

Meluncur lagu kedua, Sisik Neipuan. Lagu daerah yang dibawakan ini membuat kagum penonton. Bahkan ibu-ibu yang kebanyakan duduk tribun meneteskan air mata. “Haru dan mengingatkan suasana masa lalu,” ujar seorang ibu duduk di tribun atas. Sementara ada kejadian lucu seorang penonton lelaki usia sekitar 50 tahunan di kawasan parkir.

“Bapak mengapa tidak masuk ke lapangan?”
“Nanti aja di dalam sana belum terlalu ramai. Yang nyanyi masih penyanyi lokal,”
jawabnya,
“Maaf bapak, itu yang nyanyi Bang Iwan,” sambil mencoba kujelaskan,
“Mana, Iwan mana, Iwan Fals, masa iya. Itu khan lagu daerah Luwuk”
“Iya Iwan Fals. Mau bapak Iwan apa?”
sambil berusaha mengakrabkan diri dengannya,
“Oh tidak, nanti saja saya tunggu Iwan Fals,” tegasnya.

Sesaat kemudian dari atas panggung meluncur kalimat “Kalau ada yang berani merusak keindahan Luwuk gimana? Kita Bongkar !” Bongkar menghentak. Dan jelas terdengar dari kejauhan bahwa itu suara Iwan Fals.
Di penghujung Bongkar bapak berkumis tebal ini beranjak dari mobil jeepnya sambil berucap: “Maaf ya dek, bapak masuk dulu, itu Iwan Fals sudah nyanyi tidak kasih tahu bapak.”

Konser Air berjalan tertib hingga penghujung acara. Iwan Fals dan band membawakan 19 buah lagu dan sangat antusias direspon penonton yang datang bukan saja dari Luwuk. Ada dari Palu, Gorontalo, Manado bahkan ada penonton dari Bali. Konser Air menjawab kerinduan masyarakat Luwuk. “Kami yang hidup di kota kecil seperti Luwuk ini ingin sekali Bang Iwan Fals bernyanyi di kota kami. Dan masyarakat sangat terhibur karena bisa menyaksikan langsung dari dekat Bang Iwan Fals. Terima kasih Bang Iwan Fals,” ujar Haris Djaafar selaku panitia

Desa Mengandung Ilmu Mantiq


Desa harus jadi kekuatan ekonomi
Agar warganya tak hijrah ke kota
Sepinya desa adalah modal utama
Untuk bekerja dan mengembangkan diri

Walau lahan sudah menjadi milik kota
Bukan berarti desa lemah tak berdaya
Desa adalah kekuatan sejati
Negara harus berpihak pada para petani

Entah bagaimana caranya
Desalah masa depan kita
Keyakinan ini datang begitu saja
Karena aku tak mau celaka

Desa adalah kenyataan
Kota adalah pertumbuhan
Desa dan kota tak terpisahkan
Tapi desa harus diutamakan

Di lumbung kita menabung
Datang paceklik kita tak bingung
Masa panen masa berpesta
Itulah harapan kita semua

Tapi tengkulak tengkulak bergentayangan
Tapi lintah darat pun bergentayangan
Untuk apa punya pemerintah kalau hidup terus terusan susah

Di lumbung kita menabung
Datang paceklik kita tak bingung
Masa panen masa berpesta
Itulah harapan kita semua

Desa harus jadi kekuatan ekonomi
Agar warganya tak hijrah ke kota
Sepinya desa adalah modal utama
Untuk bekerja dan mengembangkan diri

Desa harus jadi kekuatan ekonomi



Logika dapat mengembangkan pola pikir menjadi pola pikir argumentatif dan kritis. Logika dapat memberikan koreksi kesalahan pikiran saat pengambilan keputusan. Logika sangat bermanfaat untuk berpikir benar untuk menghasilkan kesimpulan benar.

Bagi yang gemar bermain logika perlu ketajaman nalar untuk memahami Lagu Desa. Contoh kalimat yang berbunyi “agar warganya tak hijrah ke kota.” Warga desa yang hijrah ke kota sama dengan meninggalkan dan membiarkan desa agar tidak berkembang. Kota menjadi magnet untuk menyedot potensi warga asal desa dan kota semakin menjauh meninggalkan desa. Padahal kota mempunyai banyak persoalan tentang kemacetan, pengangguran, kriminal, lahan sempit, polusi udara, dan ketidakramahan. Sementara desa yang tenang, hijau, jernih, lahan yang luas, udaranya segar, dan ramah tidak menjanjikan untuk kehidupan warganya. Padahal yang dibayangkan Iwan Fals jika desa bisa mandiri secara ekonomi maka akan banyak karya-karya luar biasa lahir dari desa. Iwan Fals menuturkan tentang beberapa karyanya banyak lahir dari inspirasi yang didapatkan di desa. "Selama 17 tahun tinggal di desa saya banyak mendapatkan inspirasi dari sepinya suasana desa," kata Iwan Fals.

Dibutuhkan daya nalar logik dan analitik untuk mendalami lagu. Lagu bukan sekedar kata dan nada. Lagu adalah potret sosial yang dilihat dengan mata hati. Selain ketajaman nalar juga kedalaman rasa menjadi satu kesatuan antara pikiran dan nurani. Iwan Fals peka desa dan daerah tertinggal. Maka ketika berada di depan pejabat tingkat desa sampai gubernur se-Indonesia yang hadir pada acara Rapat Koordinasi Nasional sekaligus Peluncuran Pendampingan Desa di Gedung Bidakara Jakarta Selatan, Selasa (31/3) Iwan Fals berkata : "Kalian berasal dari rakyat. Maka sudah selayaknya berbakti kepada rakyat. Selamat berjuang!” Dan bandingkan dengan kalimat yang tertulis di Lagu Desa. “Untuk apa punya pemerintah kalau hidup terus terusan susah.” Pemerintah Indonesia melalui program desa dan daerah tertinggal mengemban amanat rakyat agar pembangunan bisa merata. Inilah ilmu mantiq.

Penonton Adalah Pemain Tanpa Instrumen


Kalimat di atas adalah penggalan lagu Master of Puppets-Metallica, grup musik yang pernah menggelar konser spektakuler 1.6 juta penonton di Moscow tahun 1991. Dibawakan energik mampu memancing emosi penonton menjadi koor yang mengguncang Stadion Lebak Bulus Jakarta di tahun 1993. Peristiwa ini menumbuhkan kerinduan dan penantian panjang sampai 20 tahun untuk Metallica kembali ke Indonesia. Bagaimana faktanya? Kehadirannya dinanti, animo penonton tinggi, dan antusias terdengar dari koor penonton mengiringi lagu demi lagu.

Bayangkan dan rasakan, pada situasi anda berada di tengah lautan manusia dan keluar koor penonton. Hingga melahirkan gemuruh ombak yang menghantam dinding cadas. Seperti heroiknya supporter sepak bola dengan membawakan lagu-lagu penyemangat dan anda berada di dalamnya. Merasakan betapa dahsyatnya gelombang suara bersama meneriakan syair-syair penyemangat di panggung musik hingga penonton bukan lagi pendengar tetapi penikmat yang turut menyuarakan nyanyian bersama. Bagi yang pernah mengalaminya tentu memiliki kesan yang tak terlupakan.

Tidak adil rasanya jika cinta Indonesia tetapi mengangkat topik pembahasan grup band asal Amerika. Tetapi juga tidak bisa dikatakan anti nasionalis pada saat pergaulan internasional membutuhkan rujukan sebagai bahan kajian dan motivasi untuk kemudian mengangkat potensi yang ada yang dimiliki oleh karya anak bangsa Indonesia. Agar seimbang maka saya akan mengangkat topik pembahasan penonton Iwan Fals.

Ada alasan yang bisa diterima ketika fanatis itu tumbuh karena logika. Logika mengatakan sang idola adalah bukan sebatas seorang legend tapi setiap lirik dan ucapan menjadi semangat hidup untuk diamalkan. Guru memberikan kebaikan untuk murid dan murid akan mengikuti apa yang dicontohkan oleh gurunya. Sebut saja Maing Tempoe Doeloe (25). “Buat ane Pak Haji Iwan Fals adalah guru kehidupan buat saye bang,” kata Maing.

Maing punya kebiasaan dari rumah memakai seragam guru dan sepeda ontel. Setiap Maing naik sepeda ontel sering menjadi perhatian orang. Kerap di jalanan difoto orang dan diberi cap jempol. Lelaki asli Betawi ini adalah salah satu orang yang dicap pemburu konser Iwan Fals. Tampil khas mengenakan peci hitam, baju batik Korpri, dan membunyikan “totet totet totet” selalu menjadi sorotan juru kamera. Seperti kisah Konser Ngabuburit belakang Kampus UP. Suatu saat penonton terdiam lalu Iwan Fals bekata : “Mane ni suare terompetnye?” Maing spontan membunyikan terompetnya. Iwan Fals membalas : “Nah gitu dong” sambil meneruskan lagu Kebaya Merah.

Artinya, penonton ibarat pemain kedua belas dari kesebelasan sepak bola. Di konser musik penonton adalah pemain tanpa instrumen. Barangkali itu yang menjadi alasan mengapa setiap di pembukaan dan penutupan acara konser Iwan Fals selalu memberikan penghormatan kepada penonton.

Nyanyian Raya bukan Sekedar Nyanyian


Hari baru telah datang menjelang kehidupan terus berjalan
Menyediakan ruang untuk masa depan
Mengucapkan syukur pada sang raja alam

Air memberi kehidupan
Udara membawa harapan
Tanah menjadi pijakan
Dan api membakar semangat

Alam senantiasa berbagi menyerahkan diri tanpa pamrih
Dipersatukan langit disaksikan matahari
Sudah terlalu lama kita menyakiti manfaatkan sesuka hati
Bertanyalah pada nurani sampai kapan akan begini
Mari ulurkan tangan ciptakan keseimbangan untuk bumi tersayang


Inspirasi positif menular menjadi kumpulan energi positif yang berintegrasi ke dalam atmosfer positif. Caci maki belaka tak akan mampu menyelesaikan persoalan karena kata-kata negatif akan beterbangan lalu pecah sementara kata-kata positif yang terbentuk dari pecahan-pecahan melahirkan sebuah daya untuk melakukan movement. Inilah yang dinamakan konsistensi perjuangan, perjuangan adalah pelaksanaan kata-kata.

Mengusung tema peduli lingkungan, NET. Nyanyian Raya adalah konser puncak di GWK Bali sebagai rangkaian Suara Untuk Negeri yang sebelumnya diselenggarakan di beberapa kota seperti Medan, Bandung, Surabaya, Jakarta. Beberapa rangkaian kegiatan yang dilakukan diantaranya di P Serangan menanam mangrove, ruwat segara, menanam terumbu karang, diskusi go green. Sehari usai konser melakukan bersih-bersih pantai dan pelepasan tukik di Pantai Kuta.


Totalitas Iwan Fals teruji pada acara yang berdurasi 180 menit ditayangkan live. Kolaborasi apik penampilan bintang tamu Gigi, Nidji, Rio Sidiq, Lea Simanjuntak, Mesty Ariotedjo, Kotak, dan tuan rumah SID mampu menyedot perhatian pecinta musik tanah air. Membawakan 24 lagu dengan diawali Indonesia Raya 3 Stanza mampu menghentak batin jutaan pasang mata penyaksi. Tanpa ragu puluhan ribu penonton di venue mengikuti dan bernyanyi penuh khidmat. Lagu Indonesia Raya 3 Stanza diciptakan WR Supratman tahun 1924. Dinyanyikan di Kongres Pemuda 28 Oktober 1928. Sejak Proklamasi RI 17 Agustus 1945 dinyanyikan 1 Stanza dan menjadi lagu kebangsaan Indonesia. Adalah Iwan Fals menyanyikan Indonesia Raya 3 Stanza sejak 17 Mei 2014 (Konser Pelangi Jingga) di Panggung Kita Leuwinanggung sejalan dengan nafas Hari Kebangkitan Nasional. Usai Indonesia Raya 3 Stanza menghentak Bongkar dan Balada Orang-Orang Pedalaman. Saat Bongkar dinyanyikan Iwan Fals berorasi bagi para pejuang : “Semakin keras badai menerjang semakin kokoh bertahan. Semoga Tuhan semakin menguatkan. Kalian tidak sendirian dan jangan pernah merasa sendirian.”

Nyanyian Raya mengisahkan mimpi dan semangat mengejar mimpi. Seperti kisah 4 pemenang yang berduet bersama Iwan fals yakni Iwan Manurung (Medan), Grace (Bandung), Desy (Surabaya), Dika (Jakarta) menyanyikan Di bawah Tiang Bendera dan Pesawat Tempur. “Saya bernyanyi malam ini kepuasannya beda. Penuh tanggung jawab untuk bisa bernyanyi bersama superstar Iwan Fals. Pengen kerjasama dengan Iwan Fals kalau bisa sih Iwan Fals mau bawain lagu ciptaan Desy,” tutur Desy Agustina.

Nyanyian Raya didedikasikan untuk alam mampu mengguncang Bali. Antusias penonton yang hadir bukan sekedar mendapat suguhan hiburan tetapi juga banyak pesan yang mendidik. Seperti Tantri Kotak mengajak audience yang ada di rumah dan di venue untuk men-tweet dengan hash tag #NET_GoGreen. Hash tag tersebut nantinya akan menyumbang pohon untuk ditanam. Dan Tantri Kotak mengajak seluruh audience yang berada di venue untuk memungut sampah setelah konser berakhir. “Untuk berpartisipasi cinta terhadap alam teman-teman di sini atau bahkan teman-teman yang ada di rumah yang sedang menonton silahkan tweet dengan hash tag #NET_GoGreen itu bukti kalian bisa menyumbang untuk alam,” pesan Tantri Kotak dari atas panggung. Respon luar biasa sehingga NET_GoGreen yang berada di urutan pertama trending topic dunia.

INI SEJARAH PEMBUKTIAN PADA DUNIA


Dulu ada Lagu Siang di Seberang Sebuah Istana. Mungkin nanti bakal tercipta Lagu Pagi di Dalam Sebuah Istana. Kisah ini bukan hayalan tetapi nyata karena Jumat pagi (27/2) Iwan Fals dan isteri diterima di Istana Negara. Jangan mudah percaya dengan berita yang ada. Tim www.iwanfals.co.id menyajikan berita akurat dan terpercaya berhasil melakukan wawancara dari sumbernya (Iwan Fals dan Rosana Listanto).


Bagaimana ceritanya bisa ada kunjungan ke Istana Presiden ?
Dulu Pak Jokowi waktu menjabat Gubernur DKI pernah datang ke rumah. Saya berharap bisa digelar konser 4 juta penonton 1 November 2014 di Jakarta. Dan Pak Jokowi punya pengalaman menangani acara seperti di Solo dan Jakarta. Terus saya datangi bareng Net TV ke Pak Ahok. Waktu itu masih Wagub DKI. Terus ada OPSI hadir Panglima TNI termasuk juga mengundang Kapolri. OPSI dan Tour Djinggo dengan mengusung tema Menuju Nyanyian Raya. Perijinan ditempuh oleh Net TV tapi buntu. Saya ajukan surat ke Presiden (20/12) permohonan silaturahmi dan audiensi.

Kenapa mesti Presiden ?
Karena Presiden bisa memerintah Panglima TNI, Kapolri, Gubernur dan semua pihak untuk terlibat aktif mensukseskan 4 juta penonton. Dan setelah menunggu dua bulan baru mendapat jawaban bisa diterima di Istana Presiden Jumat (27/2) ini.

Kenapa baru dibalas sekarang oleh Presiden ?
Setelah saya mengirim surat dan tak ada respon maka saya anggap situasinya belum tepat. Banyak persoalan tentang urusan politik negara membuat Presiden baru bisa membalas surat saya dan saat ini sepertinya situasi yang tepat.

Apa saja yang dibicarakan di Istana Negara ?
Intinya silaturahmi, menghidupkan kata silaturahmi bukan sekedar kata-kata. Saya menghormati kedatangan beliau ke rumah saya dan saya melakukan kunjungan balasan. Saya ingin konsultasi minta masukan tentang tempat yang menampung 4 juta penonton. Dengan Net TV Nyanyian Raya tetap akan digelar di GWK Bali dengan kapasitas penonton hadir kurang lebih seratus ribu penonton. Acara yang akan digelar live dari GWK Bali mudah-mudahan lancar .
Iwan Fals menegaskan : “4 juta penonton adalah upacara penting berharap akan jadi kebanggaan Indonesia. Satu orang adalah bagian dari 4 juta menjadi sejarah. Ini sejarah pembuktian pada dunia bahwa sebenarnya kita mampu.”

Bagaimana Presiden menanggapi agenda 4 juta penonton ?
Presiden melalui timnya akan meneliti masukan tentang tempat-tempat yang dianggap bisa memenuhi target. Ada atau tidak ada beliau berjanji bakal mengabari. Dimana dan kapannya menjadi PR.
“Kalau saya sempat mengusulkan 17 Agustus 2015”, kata Iwan Fals.

Bagaimana kesan setelah dikasih waktu audiensi dengan Presiden RI ?
Makin Indonesia. Saya dengan isteri diterima dengan ramah sambil minum teh. Mudah-mudahan nggak kehilangan kegembiraan. Pak Jokowi sempat berucap “Hadapi Saja.

KAU YANG TIDUR BANGUN LAH SEGERA


Cerahnya pagi diawali kalimat menggugah di atas mimbar. “Hari ini kita akan melakukan sebuah gerakan peduli sampah nasional. Kami akan yang menjadi satu kesatuan dengan pihak manapun. Untuk menyelamatkan bangsa di setiap sudut setiap hari sampah selalu hadir menjadi pemandangan. Bersih bersih di sekitar kita sebelum bersih bersih di luar,” ujar Ketua Umum BPP Ormas Oi Rosana Listanto di Markas Komando Kopassus Cijantung, Sabtu (21/2).

Sinergitas TNI dan masyarakat dalam upaya menciptakan lingkungan bersih terus dilakukan. Pangdam Jaya Mayjen TNI Agus Sutomo mengatakan : “Harapan kami kedepan Ciliwung menjadi bersih, sehat, hijau, ramah, dan akan kita jadikan salah satu ekowisata yang ada di Jakarta.”

Menyusuri pinggiran kota besar Jakarta dari Cijantung sampai Manggarai dengan menggunakan 20 perahu karet sambil memungut sampah adalah salah satu upaya bentuk kepedulian terhadap Sungai Ciliwung . TNI, Oi, Basarnas melakukan gerakan bersama cerdas lingkungan bertepatan dengan Hari Peduli Sampah Nasional. Apa saja yang ditemukan selama kurang lebih 4 jam perjalanan air Sungai Ciliwung? Iwan Fals menulis lagu Pinggiran Kota Besar seperti mewakili potret Ciliwung dan perilaku manusianya.

Pinggiran kota besar nafasmu begitu hingar kudengar dari sini bagai nyanyian nyamuk
Cerobong asap pabrik berlomba ludahi langit barisan mobil besar gelisah angkut barang
Ada kabar engkau tuli

Pinggiran kota besar kulihat tidur mendengkur di ranjang banyak orang peduli kau bermimpi
Selagi cukup nyenyak asiknya buang kotoran lukai hari kami cemari hati ini
Ada kabar engkau buta

Sungai kotor bau dan beracun penuh limbah kimia
Kita mandi mencuci di sana lihatlah lihatlah
Ikan ikan pergi atau mati tak kulihat yang pasti
Kau yang tidur bangunlah segera lihatlah lihatlah tuan

Telanjang anak kecil berenang di sungai kotor tertawa riang bercanda sambil menggaruk koreng
Pinggiran kota besar merasa tidur terganggu beranjak dari ranjang tutup pintu jendela
Nutup pintu jendela

Sungai kotor bau dan beracun penuh limbah kimia
Kita mandi mencuci di sana lihatlah lihatlah
Ikan ikan pergi atau mati tak kulihat yang pasti
Kau yang tidur bangunlah segera lihatlah lihatlah tuan
Hitam kaliku hitam legam hatiku legam hariku legam hitam kaliku


Gerakan cerdas lingkungan dilakukan bukan sekedar mengisi momentum hari besar nasional tetapi menjadi agenda yang berkelanjutan. Iwan Fals berharap : “Mudah-mudahan bisa merubah kesadaran kita agar anak-anak kita bisa meniru gerakan kita. Membuka pintu hidayah bagi orang tua yang belum sadar akan makna kebersihan

BISA BICARA ITU PENTING


Ada kalanya kita mengalami rasa tidak percaya diri saat ingin menyampaikan sesuatu. Namun pada saat muncul rasa percaya diri tinggi menyampaikan sesuatu tetapi hasilnya malah meleset. Sementara di lain pihak seorang pemuda tidak tampan piawai memainkan jurus rayuan maut mampu meluluhkan hati perempuan cantik. Ada juga pemandangan ribuan orang terkagum-kagum menyaksikan sang orator di atas mimbar. Berbagai macam peristiwa tersebut pernah ada. Hingga muncul pertanyaan, koq bisa ya?

Seorang anak kecil pemalu tidak pernah mau berkata untuk mengatakan iya atau tidak kini tumbuh menjadi pemuda pemberani dan pandai berkomunikasi. Perubahan yang drastis ini hasil dari proses belajar dan latihan. Semua pun demikian jika proses belajar dan latihan dijalani secara tekun bakal membuahkan sesuatu yang tidak bisa menjadi bisa. “Latihlah bibirmu agar pandai berkicau sebab mereka sangat perlu kicau yang merdu,” kata Iwan Fals (Lagu Nak-2).

Public Speaking merupakan sebuah rumpun Ilmu Komunikasi di mana mencakup berdiskusi, berdebat, pidato, memimpin rapat, moderator, MC, presenter dan kemampuan seseorang untuk dapat berbicara di depan publik, kelompok maupun perseorangan. Public Speaking menggunakan strategi dan teknik berbicara yang tepat. Bagaimana sebuah pesan kita sampaikan masuk, mengena, melekat. Bisa bicara itu penting.

Pandai bicara bukan berarti banyak omong tetapi kemampuan mengolah kata-kata menjadi rangkaian kalimat yang disampaikan mampu menguasai alam bawah sadar pendengar, dapat merubah pola pikir, dan selanjutnya mempengaruhinya apapun yang dikatakan tak bisa dibantah seolah mengatakan iya. Ada tiga senjata utama Public Speaking yaitu kata, nada, dan jiwa. Pilihan kata yang tepat dengan nada bicara teratur serta penjiwaan menjadi senjata ampuh. Ibarat lagu, soul-nya dapet. Jika seseorang mampu memberikan inspirasi perubahan positif ketika berbicara depan publik maka dia menguasai Public Speaking.

Untuk diketahui Public Speaking dipelajari oleh santri kobong dengan istilah muhadlarah. Artinya Public Speaking di kalangan santri kobong bukanlah barang baru karena santri kobong melatih dirinya bicara depan publik dan berdebat setiap seminggu sekali.

OLAH RAGA OLAH RASA


“Seperti pepatah kuno yang sering kita dengar. Tak Kenal Maka Tak Sayang.” Maka untuk mengenal lebih dalam seseorang adalah mencari tau apa saja kebiasaan yang dikerjakan sehari-hari. Banyak yang tidak tahu apa yang dilakukan seseorang selain dari pekerjaan utamanya. Tentu saja yang dilakukan bisa dua hal yaitu melakukan aktivitas yang menunjang kepada pekerjaan utama atau aktivitas yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan utama. Penyanyi Bob Dylan yang karyanya langganan meraih penghargaan musik ternyata juga gemar melukis dan pematung besi. Sejak kecil Bob Dylan dibesarkan di negara bagian penghasil besi. Pada tahun 2007 di sebuah Museum di Jerman patung besi dengan kombinasi beberapa jenis metal lain berhasil dipamerkan. Iwan Fals memiliki prestasi karate selain dikenal sebagai penyanyi. Menyandang sabuk hitam DAN V dan pernah meraih Juara II dan Juara IV Karate Nasional tahun 1989. Saat mahasiswa di STP (Sekolah Tinggi Publisistik) Jakarta Iwan Fals menjadi pelatih karate. Saat di Condet buka tempat latihan karate bahkan sampai sekarang di Leuwinanggung dengan nama Dojo Tiga Rambu melatih karate Selasa, Jumat, Minggu. Musik ternyata menjadi pilihan tetapi karate tetap dilakukan. Ini yang dinamakan sisi lain kehidupan seorang penyanyi.

“Kekerasan ada batasnya Keluwesan tak ada batasnya (Suhu-Iwan Fals).” Potongan bait lagu ini mewakili makna karate sebagai ilmu bela diri yang tidak mengajarkan unsur kekerasan. Karate tidak mengenal istilah serangan pertama karena gerakan pertama adalah salam hormat dan posisi bertahan. Iwan Fals bekata : “Sama lawan aja kita harus hormat karena dari lawan kita bisa belajar.” Karate adalah olah raga dan olah rasa. Mengapa dikatakan olah rasa? Berawal dari rasa berujung dengan kata. Kata diungkapkan oleh mulut berbicara janji. Ada janji karate yang tertanam memberikan bekal hidup untuk memelihara kepribadian, jujur, mempertinggi prestasi, sopan santun, perang melawan diri sendiri yang itu semua tertanam pada rasa. Dari segi olah raga tentu ada pergerakan, berkeringat, dan membuat badan sehat.

Pengurus Dojo Tiga Rambu Indri Farhini menjelaskan tentang prestasi yang pernah diraih oleh karateka Dojo Tiga Rambu. Ciomas Cup Januari 2015 berhasil menyabet 2 emas, 1 perak di pertandingan kumite. Indri Farhini berharap : “Ada atlet yang bukan hanya jago nonjok, bukan hanya gerakan kata (jurus) nya bagus tapi lima janji karate bisa diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Untuk itulah ada latihan Hari Minggu yaitu pembinaan mental karateka. Yang coklat siap melatih, yang di bawah coklat membangun karakter sebagai karateka sejati." Indri Farhini menambahkan :“Latihan gabungan yaitu sebulan sekali tepatnya minggu kedua diikuti gabungan Dojo Tiga Rambu, Dojo Pisangan, Dojo Khairunnisa, Dojo Binsix, Dojo Robes Bekasi, Dojo Ausi Cilandak, Dojo Borobudur Cilandak.”

Dojo Tiga Rambu membuka tempat latihan di Pendopo Leuwinanggung Selasa, Jumat. Selasa sore, Jumat sore selama 2 jam dilatih oleh Simpei Budi, Simpei Aras, Simpei Mahyudin, Sensei Dayat dan Sensei Iwan Fals. Selasa sore dan Jumat sore kebanyakan diikuti karateka anak-anak. Seperti Nuke (10) sabuk coklat yang rajin latihan dan mengenal karate sejak Kelas-1 SD. Dikarenakan sore berbenturan waktunya dengan jam kerja maka sejak akhir Januari 2015 dibuka latihan Selasa malam, Jumat malam mulai Jam 20:00 WIB. Karate malam ini diikuti oleh dewasa dengan pelatih Simpei Mahyudin dan Sensei Iwan Fals. Karate malam terasa berbeda karena kombinasi antara kihon, kata, kumite, dan ada simulasi bertanding kata, kumite. Sensei Iwan Fals melatih kihon dengan tiga tahapan yaitu tidak bertenaga, kecepatan, dan perpaduan cepat bertenaga.

Kalau mau tahu alasan kenapa Iwan Fals sukses sebagai penyanyi maka menjadi karateka bisa mendalami misteri Iwan Fals. Kembali ke kalimat paragrap pertama, “Seperti pepatah kuno yang sering kita dengar. Tak Kenal Maka Tak Sayang.” Osh

Wawancara Iwan Fals Bersama Pelajar SMA Seputar Dunia Pers


Wawancara Iwan Fals Bersama Pelajar SMA Seputar Dunia Pers

Rabu Sore (4/2) sekumpulan pelajar berseragam SMA asik mengobrol di parkiran motor. Lalu kudekati dan langsung kusapa dengan kalimat : “Selamat sore semua, adik-adik lagi pada ngapain di sini?”. Salah seorang dari mereka menjawab : “Iya om kami mau ketemu Om Iwan.” Seolah ingin menambah yakin dia berucap : “Kami sudah janjian sama Mbak Indri seminggu yang lalu, saya dikasih kartu nama Mbak Indri, udah kontak-kontak juga dan katanya hari ini bisa ketemuannya.“ Dalam hati saya bicara : “Oh, ini yang tadi dibilang bakal ada wawancara dari anak sekolah.” Sambil mempersilahkan masuk kutemani mereka berjalan dari parkiran motor menuju pendopo.

Saat itu usai latihan Iwan Fals ngobrol santai di bawah pohon manggis. Nampak Iwan Fals menerima dengan ramah kedatangan mereka. Satu persatu Iwan Fals menerima jabat tangan lalu memperkenalkan teman-taman Band. “Ini Yose, Ini Toto Tewel, ini Ardy, ini Sonata, ini Edi Darome, ini Balung, dan ini Silla dari manajemen.” Silla membuka pembicaraan dengan mempersilahkan mereka memulai wawancara. “Mana yang namanya Annisa? Silahkan Annisa memulainya bertanya ke Om Iwan”, kata Silla.

Sonata mempersilahkan kursinya untuk kutempati dan mulai kuperhatikan mereka sudah mempersiapkan diri dengan cukup baik. Seperti tim peliput berita yang sedang bekerja mereka bergegas menjalankan tugasnya masing-masing. Ada yang bertanya, ada yang mendokumentasi, dan ada yang diam menyimak. Annisa mengawali dengan memperkenalkan diri dan mengutarakan maksud kedatangannya. “Kami berlima dari Kelas 3 SMA 3 Cibinong sedang menjalankan tugas sekolah. Tugas Praktek Pendidikan Kewarganegaraan tentang dunia pers. Bertanya kepada siapa saja dan kami memilih Om Iwan untuk diwawancara,” ungkap Annisa.

Berikut kutipan wawancara Iwan Fals bersama pelajar SMA seputar dunia pers.

Pertanyaan : “Bagaimana tentang dunia pers menurut Om Iwan?”
Jawaban : “Pers adalah kekuatan keempat setelah eksekutif, legislatif, yudikatif. Pers menjadi watchdog melakukan kontrol dan memberikan informasi serta pendidikan bagi masyarakat. Di Indonesia terkesan berita buruk lebih menarik dibicarakan. Lebih condong hiburan pendidikan kalah kuat. Pers yang mengabaikan kode etik jurnalistik watchdog kebablasan.”

Pertanyaan : “Bagaimana dengan berita yang nggak suka Om Iwan, komentar miring?”

Jawaban : “Nggak apa-apa. Meminjam istilah Bapak Ahok itu seperti lawan dan lawan adalah konsultan gratis. Pers yang jujur adalah menyajikan informasi secara akurat tidak memberikan berita palsu. Kini setiap orang menjadi pers. Kebohongan pers akan mengakibatkan sanksi sosial. Tentang tanggapan miring dan berita palsu bakal ada sanksi sosialnya. Nggak usah dibaca atau abaikan.”

Pertanyaan : “Bagaimana halnya dengan istilah pengalihan berita?”

Jawaban : “Dalam satu portal bisa memuat banyak berita. Tugasnya penulis tulis saja apa yang kamu tulis. Tentang yang ada di sini, saya dan teman-teman band, gelas, kursi, meja, batu, dan kamu yang wawancara tentang banyak hal direkam dan diedarkan. Bahwa pengalihan berita itu tergantung pembacanya. Pembaca bisa memilih apa yang mau dibaca.”

Pertanyaan : “Om Iwan pernah menyangka akan sukses seperti sekarang?”

Jawaban : “Nggak, sama seperti hari ini kita bisa ketemu nggak ada yang nyangka. Dulu saya penulis di Suara Merdeka Semarang dan Kompas tentang olah raga. Dulu sekolah musik jarang. Dulu jualan musik gampang sekarang susah. Karya musik sekarang mudah di download, pembajakan. Dinamika jaman.”

Pertanyaan : “Tips membuat lagu enak itu bagaimana?”

Jawaban : “Enak itu misteri, susah kalau mau mengikuti enaknya 7 miliar orang. Tapi yang penting enak buat saya dulu. Tahun 1975 mulai mengenal musik. Rekaman tahun 1979. Lagu pertama nggak pernah direkam, tentang sekolah. Industri musik hakekatnya pribadi, karena musik lahir dari seseorang dinikmati oleh seseorang yang suka. Saya bernyanyi di kamar mandi, berkarya kemudian mendapatkan pengakuan sosial jika karya saya bagus. Dan karya bagus itu dinilai bagus dimulai oleh saya. Musik sebagai jalan hidup saya maka tugas saya latihan terus bernyanyi. Pelari latihannya lari. Penulis latihannya nulis. Qari latihannya ngaji. Semua dijalani dengan tekun. Ukuran sukses adalah bahagia. Jika saya suka menulis maka saya akan menulis dan saya bahagia.”

Pertanyaan : “Apa kesibukan Om Iwan sehari-hari?”

Jawaban : “Senin, Rabu, Kamis latihan. Selasa, Jumat karate. Sabtu, Minggu kalau ada job dari Manajemen manggung. Kalau nggak ada job Minggu karate juga. Suka ikut teman-teman Oi diskusi. Kegiatan utama musik. Kalau ada job dari manajemen saya tinggalkan semua kegiatan karena saya sudah memilih musik sebagai jalan hidup. Sisanya baca buku, main twitter, main facebook.”

Pertanyaan : “Pesan untuk kami pelajar sekolah ?”

Jawaban : “Manfaatkan waktu muda. Cari dan jangan takut. Berekspresi sebanyak mungkin karena nggak bisa balikin umur. Belajar dan tanggung jawab dengan tugasnya sebagai pelajar”.


Terdengar suara adzan maghrib sesaat setelah wawancara usai dilakukan. Iwan Fals adalah musisi yang tak berjarak dengan dunia pers. Lewat karyanya mengungkapkan potret sosial dan sore itu Iwan Fals bicara mengalir, ekspresif, dan jujur. “Saya bukan pengamat sosial. Tugas saya menyanyi,” ungkap Iwan Fals. Teringat dengan sebuah gelar yang disematkan seperti pakar, ahli, atau kyai sekalipun adalah gelar yang bukan didasari oleh pengakuan individu tetapi sebuah penghormatan orang banyak dan bukan datang dari pengakuan diri dari pemilik gelar tersebut. Ketika Iwan Fals mengatakan kalau dirinya bukan seorang pengamat sosial maka ini menjadi sebuah tesis yang menemukan antitesisnya yang mengatakan Iwan Fals adalah pengamat sosial. Ini bukan gangguan pikir tetapi pendalaman pengetahuan tentang cakrawala berpikir dan mencari tahu tentang hal-hal yang berkaitan antara karya Iwan Fals dengan potret sosial yang ada. Iwan Fals mampu membuktikan dirinya menjadi seorang penyanyi dan bertanggungjawab atas tugasnya sebagai seorang penyanyi. Bahwa kemudian menjadi sumber berita bagi Annisa, Ajeng, Fahmi, Wintan, Dea adalah bentuk pengakuan sosial. Hayya’alal falaah, menyertai langkah pasti tunas-tunas muda meraih cita-cita.

Bangun Sebelum Artis Bangun, Tidur Sesudah Artis Tidur


Berakhirnya Konser Pelangi Ungu Iwan Fals (27/12) bertanda berakhirnya rangkaian Konser Pelangi Iwan Fals yang digelar di Panggung Kita selama Tahun 2014. Nampak suasana ceria di malam itu dan raut wajah gembira tersirat seakan mengalahkan rasa letih selepas bekerja. “Bangun sebelum artis bangun, tidur sesudah artis tidur” slogan yang melekat pada sosok yang cekatan, energik, dan tak kenal keluh kesah. Keluh kesah, manja, dan mengharapkan belas kasihan bukanlah hal yang pas untuk disandang mereka. Mereka adalah Cikal, Silla, Epel.

Cikal, perempuan bernama lengkap Annisa Cikal Rambu Bassae sejak kecil sudah melakukan kontrak sampai mati terhadap pekerjaannya. Cikal adalah leader dari ketiganya. Bagi Cikal belajar mencintai pekerjaan itu penting. Cikal yang mengalami proses pasang surut kehidupan Iwan Fals pernah merasakan masa-masa susah menjadikan dirinya sadar akan hidup yang terus berputar. Ada di atas dan ada di bawah. Dengan lugas Cikal berkata : “Hidup itu bebas-bebas aja tapi tidak gratis.”

Silla, perempuan bernama lengkap Chrysilla Novianti adalah General Manager Tiga Rambu. Di lapangan Silla leader tim advance Iwan Fals dan band. Pada setiap pagelaran Iwan Fals dan band Silla selalu hadir duluan di kota tujuan. Butuh keberanian dan kecerdasan untuk melakukan pekerjaan ini. Silla mengakui mengenal Iwan Fals gara-gara Cikal. “Boss gua inspiratif, peduli persoalan sosial dan politik. Boss sesuatu yang dibanggakan, semakin kenal semakin bangga”, ungkap Silla. Disinggung tentang kesan keseharian Iwan Fals, Silla menuturkan Iwan Fals pekerja keras dan selalu menerapkan evaluasi agar tim lebih baik.

Epel, perempuan bernama lengkap Evelyn Pritt adalah Fotografer Iwan Fals. Di mata Epel Iwan fals adalah sosok terbuka semua orang boleh berpendapat.

Silla, Cikal, Epel adalah tiga orang sahabat yang punya kisah tersendiri diantara mereka tentang bantal, tentang ekstra bed, tentang cheese burger roti keju, dan tentang mimpi yang bakal terwujud kemudian. Mereka perempuan pekerja keras. Mereka adalah pejalan kaki yang tangguh.

Nyanyian Raya Konfrensi Pers


NET. PERSEMBAHKAN KONSER ‘NYANYIAN RAYA’ BERSAMA IWAN FALS SEBAGAI ACARA PUNCAK KONSER SUARA UNTUK NEGERI

Jakarta, 26 Januari 2015 – Menyusul kesuksesan rangkaian Konser Suara Untuk Negeri di tahun 2014, kini NET. akan mempersembahkan sebuah Konser sebagai acara puncak bertajuk ‘Nyanyian Raya’ yang akan digelar di Garuda Wisnu Kencana, Uluwatu, Badung, Bali, pada tanggal 14 Maret, 2015. Pada ‘Konser NET. Nyanyian Raya’ ini, Iwan Fals akan didukung oleh artis papan atas lainnya seperti Gigi, Superman Is Dead, dan Kotak.
‘Konser NET. Nyanyian Raya’ disiapkan sebagai acara penutup dari Konser Suara Untuk Negeri yang sebelumnya digelar di empat kota besar, Medan, Bandung, Jakarta dan Surabaya dan dihadiri oleh lebih dari 500,000 orang. Dalam konser-konser tersebut, NET. juga telah merangkul artis-artis papan atas lainnya yaitu Ari Lasso, Andra and the Backbones, Gigi, Jamrud, Nidji, Bondan Prakoso, Superman Is Dead dan Musikimia.

“Melalui Konser NET. Nyanyian Raya, kami mempersembahkan sebuah acara Puncak yang menggebrak perubahan dan inspirasi positif, serta menghibur banyak orang. Tidak hanya menghadirkan beragam keseruan dan hiburan yang luar bisa bagi masyarakat, namun konser puncak ini juga akan kembali menyuarakan perubahan untuk menjadi lebih baik serta memberikan inspirasi positif bagi diri sendiri ataupun orang lain,” kata Wishnutama, CEO NET. Televisi Masa Kini.

Iwan Fals, penyanyi dan ikon perubahan di Indonesia, merasa bangga dapat berjalan bersama NET. Dalam membawa pesan dan harapan yang lebih besar untuk masyarakat Indonesia, “NET. Movement yang diangkat di tahun 2014 melalui Konser Suara Untuk Negeri merupakan hal yang sejalan dengan impian pribadi saya dari awal perjalanan tour sepanjang tahun 2013, yaitu mengumpulkan jutaan orang dalam suatu konser, dan bernyanyi bersama untuk membawa perubahan positif dan memberikan inspirasi bagi diri sendiri dan sesama.”
“Saya senang bisa mendapatkan kesempatan untuk mewujudkan hal itu melalui ‘Konser NET. Nyanyian Raya’. Konser ini mengusung nilai-nilai tradisi luhur, pentingnya menjaga silaturahmi, menjaga keseimbangan alam dengan menjadi cerdas lingkungan melalui kegiatan penanaman dan peduli sampah, dan memberikan makna bagi kemajuan bangsa Indonesia,” tambah Iwan.

Dengan mengusung tema ‘Go Green’, melalui konser puncak ini NET. ingin mengajak masyarakat Indonesia melakukan perubahan positif melalui tindakan nyata seperti penanaman bakau dan terumbu karang, bersih-bersih Pantai Kuta, serta kegiatan positif lainnya.
“Tema ‘Go Green’ dan aktifitasnya hanyalah salah satu contoh dari perwujudan dan buah inspirasi yang ingin dicapai NET., yaitu untuk menjadi lebih berani menghadirkan perubahan yang lebih baik melalui tindakan nyata, serta menunjukkan kepedulian pada lingkungan sekitar. Harapan kami, setiap lapisan elemen masyarakat dapat bergabung dan berjalan bersama NET. untuk mewujudkan hal tersebut, “ tutup Wishnu.

Acara puncak ‘Konser NET. Nyanyian Raya’ ini diselenggarakan di Bali untuk menghadirkan nuansa yang unik dan kultural pada konser. Kedekatan lokasi Garuda Wisnu Kencana dengan alam juga diharapkan akan menjadi daya tarik bagi para pengunjung, karena selain mampu menampung jumlah penonton yang banyak dengan aman dan nyaman, lokasi ini juga menawarkan atmosfer yang berbeda, dan memiliki kekhasan tersendiri.

Keajaiban Diatas Kolam


Jumat malam (12/12) di sebuah tempat yang asri dengan pepohonan rindang di sekitarnya. Suara kodok mengeluarkan harmoni dari atas kolam bebek yang tak dihuni oleh bebeknya. Selintas memberikan isyarat bahwa manusia, tumbuhan, hewan, dan alam semesta adalah pelaku peran skenario kehidupan. Manusia dilahirkan untuk berperan menjankan skenario. Skenario menjadi rintisan agar mimpi menjadi kenyataan. Skenario ditulis kemudian menjadi pegangan mengisi panggung dunia. Hari ini adalah pilihan dari kenyataan masa lalu. Kerja keras dan kerja ikhlas mampu memberikan keindahan pada waktunya. Seperti pengakuan Yogi Wahyu (43) Owner Bebek Bali di kawasan industry terbesar Asia Tenggara, Cikarang Bekasi.

“Kisah masa lalu kami tidak bisa beli tiket saat idola kami manggung. Sebagian dari kami ada juga yang mampu beli tiket tetapi tidak bisa mendekat dengan sang idola. Saat ini kami sudah mampu untuk menghadirkan sang idola di panggung kami. Bebek Bali menjadi jembatan antara teman-teman pengunjung dan sang idola. Bebek Bali menghadirkan legend seperti God Bless, Nick Astria, Mel Shandy, Elpamas, Jamrud, Kotak, dan sekarang Iwan Fals “, kata Yogi Wahyu.

Penampilan legend sangat dinanti di setiap pertunjukan maka Bebek Bali menampilkannya dengan menamakan Friday Legend. “Pengunjung ingin refresh maka setiap Jumat malam kami tampilkan legend pilihan. Di sini kelas eksklusif kawasan industri maka outputnya pengunjung memiliki spirit untuk bekerja”, ujar Yogi Wahyu.

Acara yang dipandu MC Sandy Pas Band mampu menghidupkan suasana karena menghibur dengan celoteh yang menggelitik. “Saya sering ketemu banyak penggemar Iwan Fals kalo jumatan. Pasti ada konser Iwan Fals besoknya. Daerah Cibubur macet bukan gara-gara ada Cikeas tapi gara-gara Iwan Fals.”

“Sulitnya lihat penampilan Iwan Fals karena masalah perizinan dan selektifnya Iwan Fals dalam memilih event dan venue. Malam ini kita bisa duduk tenang dan enjoy menikmati penampilan sang legenda di Cafe Bebek Bali Cikarang dalam acara Mahakarya Indonesia Friday Legend Iwan Fals”, kata Sandy Pas Band membuka acara.

Iwan Fals tampil dengan gaya khas-nya yang lepas, santai, humor, namun tetap penuh isi. Di awal penampilan seperti biasa Iwan Fals membangun komunikasi dari atas panggung sambil bercerita kejadian beberapa hari yang lalu. Iwan Fals berucap : “Terbukti keajaiban itu ada tiap hari. Kemarin saya bersama anak dan isteri berenang di belakang rumah dan sempat membayangkan bernyanyi di atas kolam. Sekarang malah nyanyi di atas kolam beneran.”

12 lagu yang dibawakan pada Jumat malam (12/12) hingga Jam 12 malam adalah benar-benar ajaib. Manusia ½ Dewa menjadi lagu pembuka, Iwan Fals memberikan harapan kepada presiden baru untuk menurunkan harga BBM pada saat harga minyak dunia turun. Usai 12 lagu dibawakan dengan Bongkar sebagai lagu penutup . Penonton bereaksi dengan koor yang sama. “Lagi…lagi…lagi…”, teriak penonton mampu memancing Iwan Fals untuk bertahan. Ibarat gaji ke-13 maka lagu ke-13 dipersembahkan oleh Iwan Fals untuk malam itu, Nyanyian Jiwa.

Mahakarya Indonesia Friday Legend Iwan Fals membuktikan bahwa seseorang akan diakui menjadi legend tatkala mampu membuktikan dengan karya. Nantikan karya Iwan Fals selanjutnya di tahun 2015 yang rencana akan merilis album tentang isteri tercinta, Rosana.

Politik Suci VS Politik Kotor


Jika persepsi selama ini dominan mengatakan bahwa politik itu kotor maka semestinya politisi itu profesi terlarang. Negara berkewajiban menghukum dan melarang ada partai politik dan politisi sebagai pilihan hidup. Tidak ada partai politik tidak ada politisi bahkan tidak ada pemerintah. Logikanya demikian. Apa semestinya demikian? Pernyataan menjadi pertanyaan padahal seharusnya pertanyaan menjadi pernyataan.

Agar objektif maka perlu mencari tahu “perbandingan mindset” berfikir yang mengatakan bahwa politik itu kotor. Ketemulah namanya politik kotor vs politik suci. Sejak kecil di sekolah diajarkan nilai-nilai kebaikan maka kebaikan menjadi bekal kehidupan yang melekat pada setiap orang. Bahwa kemudian ada “distorsi perilaku” maka yang salah bukan pelajaran sekolah tetapi manusia sebagai khalifah di bumi ini mesti tuntas kekhalifahannya terhadap diri sendiri.
Sabam Sirait politisi senior PDI-P menulis Buku “Politik Itu Suci”. Pemimpin terpilih 2014 beserta partai politik yang ada harus mampu mengesampingkan kepentingan golongan demi membangun Indonesia lebih baik lagi. Ia berulang kali menyampaikan jika Indonesia harus terus berjuang hingga berhasil mengentaskan kemiskinan, bukan malah menambah atau memperburuk masyarakat kurang mampu. Ia juga memberi catatan bagi para politikus muda agar terus mendalami politik dari berbagai sumber, agar mampu menangkap esensi jika politik itu suci.

Peristiwa politik tentang merebut kekuasaan, merebut kursi, pembagian kekuasaan dan berbagai hal yang membuat arti politik menjadi kotor. Padahal jika kekuasaan diserahkan dan kekuasaan dibiarkan kepada seseorang atau kelompok yang tidak layak menjalankannya maka sama dengan membiarkan kebodohan. Pilihannya adalah merebut kekuasaan.

Ada istilah rakyat dan wakil rakyat. Wakil rakyat adalah orang yang mendapatkan titipan. Rakyat adalah orang yang menitipkan kekuasaan. Wakil rakyat adalah penguasa karena dia memiliki kekuasaan untuk membuat aturan dan merubah aturan sementara rakyat mesti ikut taat pada aturan yang sudah disepakati. Untuk merebut kekuasaan bisa dipraktekan dengan 2 cara (langsung dan mewakilkan). Langsung menyatakan mampu menjadi penguasa dengan melalui proses politik yang ada atau cukup mewakilkan memberikan kepercayaan kepada orang lain yang dianggap mampu.

Politik itu perjuangan suci karena di dalamnya ada pertarungan ide, pergolakan gagasan, dan menjadi arah penentu nasib jutaan manusia hari ini dan masa depan. Politik itu seni memainkan irama dan membaca situasi sosial. Politik itu melekat dalam semua aspek kehidupan karena pada dasarnya manusia itu berpolitik.

Bagi saya tidak ada yang salah dengan politik. Sistem tata negara di Indonesia menciptakan partai menjadi ruang aspirasi kepentingan, kendaraan menuju kekuasaan dan pengkaderan lahirnya calon-calon pemimpin. Langkah strategis adalah melahirkan atmosfer kekuasaan sejalan dengan gagasan Indonesia Raya 3 Stanza. Langkah taktis adalah seniman menjadi inspirator penguasa agar kekuasaan tidak kotor. Penguasa dilahirkan dari satu lingkaran yang sama. Seperti kisah Mpu Barada dan Airlangga yang bersinergi dalam menyelesaikan persoalan

Konser Bersih Fals


…Go…Go…Go Bareng Iwan Fals & Band Seru Euy


Mengawali perjalanan Iwan Fals & Band di rangkaian 7 kota adalah Cirebon. Kereta api menjadi transportasi darat pilihan karena dipercaya bebas macet dan nyaman. Pemandangan padi di sawah mengingatkan kepada sebuah syair lagu yang mengutarakan tentang petani dan desa. Ya, “desa harus menjadi kekuatan ekonomi” telah mengalir dalam pikiran dan hati. Pikiran mengembara menuju pencarian imajinasi dan hati mengetuk pintu batin. Terima kasih Yang Maha Kuasa atas tanah air ini. Terima kasih petani yang mengajarkan kesabaran dan kerja keras. Dalam pencarian imajinasi pikiran dan kedalaman hati ini kemudian mencari jalan untuk menemukan sebuah arti. Ternyata …Go…Go…Go Bareng Iwan Fals & Band Seru Euy memang seru.

Kehadiran Iwan Fals sangat dinanti di beberapa kota Pulau Jawa maupun luar Pulau Jawa. Konser dijadwalkan di Cirebon, Subang, Cianjur, Karawang, Bekasi, Tangerang, dan Bogor.“Alasannya adalah kebutuhan penyelenggara. Orang datang menawarkan pekerjaan maka yang kami tanyakan adalah tanggal dan dimana. Biasanya waktu dan tempat menjadi wewenang pengundang. Ketika dimintai saran dari pengundang maka kami menyampaikan beberapa saran sebagai masukan dan pertimbangan. Intinya penyelenggara (Djinggo) ingin memberikan pertunjukan yang menyuguhkan hiburan , seru euy ”, demikian penjelasan Chrysilla Novianti, General Manager Tiga Rambu.

Konser adalah silaturahmi maka kumpulan orang-orang di lapangan adalah kekuatan rasa yang diawali oleh niat baik. Niat baik mengawali hati bersih. Datang bersih pulang lebih bersih menjadi harapan yang ingin diwujudkan oleh pecinta Iwan Fals. Dibuka oleh penampilan Budi Cilok menyambut penonton dengan penampilan khasnya. Selanjutnya Denada dengan piawai menghibur penonton melantunkan lagu dangdut. Semua memiliki warna yang menjadi balutan harmonis untuk dinikmati. “Penyanyi yang pernah tampil di Leuwinanggung menjadi pilihan dari nama-nama yang disodorkan. Dan Denada sekarang piawai melantunkan lagu dangdut yang banyak digemari oleh masyarakat umum dan nampaknya memberi warna dari perjalanan konser ini”, ujar Chrysilla Novianti.

Setiap panggung Iwan Fals itu penuh. Penuh dengan pesan kebaikan, penuh dengan ilmu pengetahuan, penuh dengan keajaiban, dan penuh dengan lautan manusia. Konsekuensi dari lautan manusia adalah sampah. Sampah menjadi persoalan ketika tidak ada kesadaran untuk cerdas lingkungan. Maka untuk menumbuhkan kesadaran itu perlu sebuah movement dan penonton yang hadir menjadi pelopor cerdas lingkungan. Membiasakan diri membuang sampah pada tempatnya dan melatih bersih dengan cara memungut sampah dimulai oleh diri kita sendiri. Iwan Fals menyerukan untuk peduli sampah dan bukan sekedar suara dari atas panggung tetapi menjadi perjuangan adalah pelaksanaan kata-kata.

“Om Iwan ingin menjawab lewat perilaku dan contohnya Om Iwan memungut sampah. Dan ini berlaku bagi semua dengan harapan tenda artis bersih, panggung bersih, lapangan bersih dan semuanya bersih maka kita namakan #KONSERBERSIHFALS”, ujar Chrysilla Novianti menutup perbincangan. *sr

Mentri Desa Datangi Iwan Fals



Selasa siang (16/12) Pendopo Leuwinanggung 19 didatangi Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Marwan Jafar. Kedatangan menteri beserta wartawan ini disambut dengan syair Raja Sunda Kuno Rakeyan Darmasiksa (Petikan naskah kuno Amanat Galunggung).
Panceug dina galur babarengan ngajaga lembur
Panceug dina galur salawasna akur jeung dulur
Panceug dina galur moal ingkah najan awak lebur


Marwan Jafar mengungkapkan maksud kedatangannya adalah silaturahmi, meminta bimbingan dan arahan sebagai junior ke senior. Iwan Fals di mata Marwan Jafar adalah inspirator yang mana lagu-lagunya memberikan tausiyah, himbauan, dan menggugah sebuah gerakan. Mendengar ungkapan tersebut Iwan Fals dengan gaya khasnya menimpali dengan kalimat : “Bagi saya sebagai seniman tidak ada senior-junior yang ada A minor A mayor”. Iwan Fals merindukan desa yang manusiawi, merindukan Indonesia yang baik. “Dari desa akan lahir Soekarno, Hitler, dan lain-lain. Harapannya lahir orang baik karena orang baik itu pintar tapi orang pintar belum tentu baik”, ungkap Iwan Fals.

Obrolan mengarah kepada Iwan Fals diminta menjadi Duta Desa. Sebuah permintaan dari Marwan Jafar sebagai tokoh yang dapat menginspirasi banyak orang untuk berjuang membangun desa. "Kita adakan show. Bang Iwan nyanyi dengan teman-teman di sini. Itu akan sangat luar biasa. Bang Iwan memberikan semangat bahwa hidup butuh perjuangan dan ada harapan," kata Marwan Jafar. Iwan Fals tidak langsung menjawab iya atau tidak tentang tawaran Duta Desa. Bagi Iwan Fals, bisa terjun ke desa dan berinteraksi langsung dengan masyarakat di sana adalah kesempatan yang baik untuk memandang desa sebagai tempat di mana pemimpin-pemimpin bangsa dilahirkan. "Ya saya nanti mungkin bisa konser di desa-desa. Tapi yang pasti saya tidak mau dibayar dengan dana pembangunan desa yang Rp 1,4 miliar itu," ujar Iwan Fals.

Di penghujung obrolan, lantunan syair Tolak Bala, Sunan Kalijogo dibawakan penuh penghayatan oleh Iwan Fals.
Singgah singgah kolo singgah
Pan suminggah durgokolo sumingkiro
Singo sirah singo suku singo tan kasat moto
Singo tenggak singo wulu singo bahu
Kabeh podo sumingkiro
Balio mring asal neki

Legend To Legend


Tampil Live di Auditorium TVRI pada Malam Puncak Indonesia Harmoni Rabu (31/12), Iwan Fals mengawalinya dengan penyerahan pohon. Acara yang dipandu oleh MC Rico Ceper dan Terry Putri sebelumnya menampilkan Ungu dengan beberapa lagu andalannya. Pasha Ungu tak ragu-ragu mengungkapkan bahwa dia sejak tahun 1991 menjadi Ketua Iwan Fals Fans Club Sulawesi Tengah. Untuk meyakinkan penonton maka Pasha Ungu menyanyikan 3 lagu Iwan Fals yaitu Bongkar, Belum Ada Judul, dan Yang Terlupakan.

Setengah jam menjelang pergantian tahun 2014 ke tahun 2015 Iwan Fals naik ke atas panggung. Dengan senyum ramah menyapa ratusan penonton yang hadir dengan kalimat :“Selamat Malam Indonesia”. Desa menjadi lagu pembuka. Di atas panggung nampak ada seorang personil band yang belum muncul. Sempat ada pertanyaan dari penonton yang cermat mengamati panggung.“Barangkali sakit jadi batal tampil”, ungkap seorang fotografer yang duduk di tengah kerumunan penonton. Tak lama kemudian personil band mengenakan

Sandy Pas Band


Acara yang dipandu MC Sandy Pas Band mampu menghidupkan suasana karena menghibur dengan celoteh yang menggelitik. “Saya sering ketemu banyak penggemar Iwan Fals kalo jumatan. Pasti ada konser Iwan Fals besoknya. Daerah Cibubur macet bukan gara-gara ada Cikeas tapi gara-gara Iwan Fals.”
“Sulitnya lihat penampilan Iwan Fals karena masalah perizinan dan selektifnya Iwan Fals dalam memilih event dan venue. Malam ini kita bisa duduk tenang dan enjoy menikmati penampilan sang legenda di Cafe Bebek Bali Cikarang dalam acara Mahakarya Indonesia Friday Legend Iwan Fals”, kata Sandy Pas Band membuka acara.

Konser Pelangi Nila



Sacha Stevenson MC Konser Pelangi Nila ternyata memiliki cita-cita membangun sebuah rumah dari bahan bambu. Sacha Stevenson meyakini tentang manfaat bambu. “Energi saya lebih hidup dari bambu”, ujar Sacha Stevenson.

Pada sebuah kertas tulisan tangan Sacha Stevenson menggoreskan kalimat : "Di sini kata kampungan jadi hinaan. Tapi menurut saya itu gila. Aku malah mau jadi orang kampung"

Open House


Iwan Fals dan keluarga mengucapkan : “Selamat Hari Raya Idul Fitri 1435 H. Mohon maaf lahir dan batin.” Semoga kesucian hati tidak hanya untuk Idul Fitri tapi terjaga selamanya.

Pendopo Iwan Fals selama tiga hari berturut-turut sejak tanggal 30 Juli 2014 sampai dengan 1 Agustus 2014 menjadi hangat. Open House adalah kegiatan yang rutin dilakukan dan Open House kali ini diselenggarakan dalam rangka Halal bi Halal 1 Syawal 1435 H. Open House yang dihadiri ratusan orang pengunjung dari Komunitas Tiga Rambu (K3R), Oi, dan Falsmania berlangsung komunikatif, sederhana, dan banyak pesan-pesan kebaikan. Iwan Fals menyampaikan pesan kepada seluruh pengunjung dan mendoakan agar selalu diberikan kebahagiaan-kebaikan-kesehatan. Iwan Fals penuh canda dan santai memberikan pandangan yang sarat makna namun di balik itu ternyata menyimpan harapan untuk bersama mewujudkan cita-cita besar. Kegelisahan Iwan Fals terhadap Indonesia kini dia tumpahkan kepada seruan untuk berbuat baik menjaga silaturahmi. Open House dimaknai sebagai rumah terbuka untuk kebaikan bersama. Pada kesempatan yang sama isteri tercinta (Mbak Yos) menyambut dengan kalimat : “Selamat Datang di Rumah Budaya Leuwinanggung”.

Bagi Iwan Fals, Indonesia mesti membuktikan dirinya sebagai bangsa yang besar. Bicara tentang budaya korupsi yang mencemari Indonesia menjadi negara koruptor maka semestinya dicarikan sesuatu yang bisa menjadikan kebanggan Indonesia di mata dunia selain korupsi. Dan ini tidak mungkin dikerjakan sendiri tetapi perlu adanya gerakan bersama.

Selain bertanya tentang pribadi Iwan Fals, keluarga, dan perjalanan karirnya Open House kali ini banyak merespon positif cita-cita Iwan Fals tentang Nyanyian Raya. Tentu semua menyambut positif jika Iwan Fals kemudian bicara seputar silarutahmi, cerdas lingkungan, dan harapan bagi pemimpin baru menjadi agenda utama yang mesti dikawal dan dilaksanakan oleh seluruh komponen anak bangsa.

Konser Iwan Fals Di Jogjakarta


Malam ini aku mau nonton konser Iwan Fals bersama teman-teman, sesuai jadwal tur konser, hari ini beliau konser di kota Jogja, tepatnya di stadion Kridosono. Tadi siang sudah beli tiket, harganya 20 ribu, dapat kaos dan kopi.

Satu jam lagi konsernya dimulai, aku harus bersiap-siap. Semoga lancar, aman dan terkendali, serta tidak ada tindakan anarkis, ricuh, rusuh, dan saya jenisnya. Amin.

Salam OI.

____________

Update:

Ini adalah pengalaman pertamaku melihat konser secara langsung. Ternyata antri untuk masuk stadion itu panjang sekali, penuh sesak. Ketika sampai di pintu masuk, botol minuman disita, isinya harus dimasukkan ke dalam kantong plastik yang sudah disediakan petugas. Mungkin ini untuk menghindari aksi pelemparan botol ke atas panggung.

Karcis masuk konser Iwan Fals ternyata ada hologramnya transparan, yang ketika disorot memakai sinar ultra violet baru kelihatan (seperti yang ada pada uang kertas)

Setelah masuk stadion, aku tukar karcis masuk yang telah disobek tadi dengan kaos Top Coffee dan 5 bungkus kopi Top Coffee. Kemudian aku kenakan kaos itu.

Setelah istirahat 5 menit karena cape antri berdiri tadi, aku pun mendekat ke panggung, mungkin berjarak sekitar 2 meter dari pagar pembatas panggung, cukup dekat.

Agak lama menunggu konser dimulai, para OI sudah tidak sabar, dan berteriak-teriak. Karena mungkin bang Iwan sedang dalam perjalanan dan belum sampai di stadion, para OI dihibur dengan kesenian Jathilan. Namun hiburan tersebut tidak juga membuat para OI sabar menunggu. Mereka tak sabar menanti Iwan Fals berada di atas panggung.

Akhirnya setelah setengah jam, bang Iwan pun muncul di panggung. Dan langsung menyanyikan lagu.

Lagu yang dimainkan saat itu cukup banyak. Para OI pun ikut menyanyi. Mulai dari lagu lama, lagu baru, sampai lagu Top Coffee. Saat konser berlangsung, OI mendapatkan semprotan dari petugas pemadam kebakaran, agar penonton menjadi segar kembali setelah kekurangan oksigen karena berdesak-desakan.

Menjelang bubaran, aku mundur dari depan panggung, menjauh dari panggung, kemudian membeli segelas Top Coffee panas. Seperempat jam kemudian, konser selesai dan pulang.

Pengalaman pertamaku nonton konser, cape sih karena pegal berdiri terus, tapi senang menyaksikan sang artis idola menyanyi di atas panggung menghibur para penontonnya.

Recent in Sports

 
Back To Top
Copyright © 2014 Berita Oi. Designed by OddThemes