BREAKING NEWS

Main Slider

PRESS REALESE PETRIDUMA 7 Oi JAKARTA TIMUR, CINUMPANG-SUKABUMI 27-29 MEI 2014



PETRIDUMA Oi JAKARTA TIMUR                                                                                                                            CINUMPANG, SUKABUMI 27 -29 MEI 2014


PETRIDUMA

Petriduma atau Perkemahan Tiga Hari Dua Malam adalah event atau agenda rutin BPK Oi Jakarta Timur yg diadakan 2 tahun sekali atau bahkan setahun sekali, tergantung kondisi dan kemauan anggota Oi Jakarta Timur, Petriduma di awal-awalnya memang di kondisikan sebagai acara silaturahmi antar anggota Oi Jakarta Timur, kini acara tersebut lebih berkembang dan lebih modern yaitu sebagai program kerja BPK Oi Jakarta Timur, sebagai adu kreativitas, sebagai pengokohan struktur Organisasi dan sebagai program perduli lingkungan walau tak pernah melupakan sejarahnya sebagai acara Silaturahmi.
Selama 14 tahun berdiri Oi Jakarta Timur Petriduma sudah dilaksanakan/diselenggarakan sebanyak 6 kali dengan berpindah-pindah lokasi dan kepanitiaan internal serta tema. Walau setiap penyelenggaraannya berbeda lokasi dan tema Oi Jakarta Timur tetap mengedepankan kepedulian sosial dan lingkungan, seperti kerja bhakti disekitar perkampungan lokasi Petriduma, santunan hingga menanam pohon, ini tidak lain dan tidak bukan untuk membuktikan bahwa pemuda-pemudi Oi selalu perduli akan keseimbangan alam.
Petriduma sendiri adalah acara yg begitu sakral/penting (istilah) buat seluruh anggota Oi Jakarta Timur, siapa pun orangnya, apapun jabatannya dan apapun kesibukannya bila merasa anggota Oi Jakarta Timur maka wajib untuk menyukseskan acara Petriduma, inilah yang membuat Petriduma sebagai acara yang bergengsi dikalangan anggota Oi Jakarta Timur, menjadi sebuah kebanggaan bagi anggota Oi Jakarta Timur bila ditunjuk menjadi salah satu panitia acara Petriduma.
Setiap acara Petriduma pasti selalu melibatkan/bekerjasama langsung dengan BPK Oi dan Kelompok Oi dimana lokasi Petriduma diselenggarakan, inilah yang disebut program kerjasama antar Ormas Oi dimana kami sebagai Ormas saling tukar ide, kreativitas dan kepedulian, harapan setetelah acara Petriduma selesai diselenggarakan ide, kreativitas dan kepedulian itu bisa direalisasikan dikota masing-masing, terbukti tidak sedikit acara atau event besar yang terlahir dari acara Petriduma.






PETRIDUMA 7
SILATURAHMI BERSIH MENUJU NYANYIAN RAYA



MAKSUD DAN TUJUAN ACARA PETRIDUMA 7

Yaa…memang tema yang kami ambil kali ini dalam pergelaran acara Petriduma 7 sangat berkaitan dengan rencana Tokoh kami atau salah satu Pendiri Ormasi Oi yaitu “Iwan Fals” yang berencana akan menyelenggarakan Konser Nyanyian Raya, bisa dibilang nantinya konser itu akan tercatat dalam sejarah pemecahan rekor dunia “Gueness Book Of Record” untuk jumlah penonton.
Dari sebuah obrolan ringan “iwan Fals” dengan anggota Oi Jakarta Timur tentang kepedulian lingkungan dan Sampah lahirlah sebuah aksi nyata, obrolan ringan yang didapat lalu disampaikan keseluruh anggota Oi Jakarta Timur beserta jajaran pengurusnya, menjadikan itu sebuah topic diskusi ringan, obrolan ringan dimana pun kami berkumpul dan pada akhirnya diputuskan untuk mewujukan Obrolan itu menjadi Aksi nyata kepedulian Sampah. Pada kesempatan yang ada Ketua Oi Jakarta Timur dan Sekjen Oi Jakarta Timur memutuskan untuk menggelar “Rapat Akbar” yang dihadiri oleh seluruh perwakilan 32 Oi kelompok (BPKel Oi) Jakarta Timur, hasil rapat itu akhirnya semua sepakat memutuskan bahwa aksi nyata tersebut harus diwujudkan lewat pergelaran acara PETRIDUMA 7 lalu lahirlah tema “Silaturahmi Bersih Menuju Nyanyian Raya” yg berlokasi di Cinumpang, Sukabumi pada tanggal 27-29 Mei 2014
Maksud dan pesan internal yang ingin kami sampaikan pada acara Petriduma 7 kali ini sangat mulia, dimana anggota Oi Jakarta Timur mulai dilatih untuk disiplin jauh sebelum acara Petriduma berlangsung dalam kesadaran membuang sampah pada tempatnya dan menjaga lingkungan agar senantiasa bersih, ini sudah terbukti!, sedangkan maksud dan pesan untuk seluruh peserta dan masyarakat umum nantinya adalah membangun kesadaran untuk membuang/meletakan sampah pada tempatnya serta senantiasa menjaga lingkungan agar tetap bersih dari sampah dimana pun mereka berada. Kesadaran Lingkungan ini nantinya yg kami harapkan dibawa/disosialisasikan kelingkungannya para peserta Petriduma 7, berharap juga tindakan positifnya dapat ditiru oleh masyarakat sekitar dan akhirnya meluas, semogaaa.!
Kesadaran inilah yang nantinya buat anggota Oi Jakarta Timur akan dijadikan modal/bekal untuk menyaksikan pergelaran “Akbar Nyanyian Raya-nya Iwan Fals”, dimana bekal untuk menjaga lingkungan agar tetap bersih dari sampah sudah ditanamkan di acara Petriduma 7 sehingga saat menyaksikan pergelaran Akbar Nyanyian Raya seluruh anggota Oi Jakarta Timur dapat merealisasikan itu, bahkan turut mengingatkan ke yang lain untuk selalu menjaga kebersihan dan membuang sampah pada tempatnya saat acara berlangsung. Kami sebagai Orams Oi hanya ingin membuktikan bahwa kami pun peduli Lingkungan dan Sampah.!



SUMPAH SAMPAH DAN DISKUSI SAMPAH

Inilah salah satu acara yang menjadi landasan dan janji kami pada Negeri ini bahwa Ormas Oi Peduli Lingkungan dan Sampah, ini akan kami ikrarkan bersama-sama di Petriduma 7 melalui SUMPAH SAMPAH. Keresahan kami akan kesadaran manusia terhadap sampahlah yang membuat ikrar ini akhirnya terlahir, “Kita Mulai Dari Diri Kita Dahulu, Lalu Kita Tularkan Ke Orang Lain” adalah tujuan Sumpah Sampah, dimana bila kita sudah berjanji ini akan tetap terpatri lalu menjadi sebuah virus kebaikan yang efeknya dapat diikuti orang lain tanpa harus teriak-teriak atau dengan kata lain bahwa perilaku kitalah yang akhirnya ditiru orang-orang.
Rencananya SUMPAH SAMPAH ini akan dibacakan bersama-sama berbarengan dengan diskusi tentang Sampah dan Lingkungan yang dihadiri oleh seluruh peserta Petriduma 7 dan masyarakat umum. Pengolahan Sampah dan meyakinkan keseluruh peserta bahwa Sampah bukanlah hal yang menakutkan adalah tujuan digelarnya diskusi, Bahkan para pembicara pun akan meyakinkan keseluruh peserta bahwa Sampah pun ternyata dapat menghasilkan Rupiah, ini akhirnya yang akhirnya membuat diskusi menjadi menarik untuk diikuti dan tentu karena didalamnya juga ada Sumpah Sampah
.




HAKKING GROUND DAN BERSIH-BERSIH GUNUNG

Lokasi Petriduma yang Notabene-nya adalah lokasi wisata yang juga didalamnya ada tempat pemandian air terjun membuat para JEJAK Oi JAKARTA TIMUR (Komunitas Pecinta Alam Oi Jakarta Timur) menyodorkan ide Hakking Ground sebagai salah satu konten acara di Petriduma 7, agar tidak sia-sia maka acara Hakking Ground itu pun diselipkan juga dengan acara Bersih-Bersih Gunung.
Hakking Ground itu sendiri nantinya akan membawa para seluruh peserta untuk menjelajah dari lokasi perkemahan ke tempat wisata pemandian air terjun yg ada di Cinumpang, area yang ditempuh lumayan jauh dan menanjak sehingga acara Hakking Ground menjadi acara yang cukup menantang, tentu acara ini di pimpin atau dipandu oleh beberapa orang yang sudah ahli dalam hal penanjakan/jelajah alam dari Oi Jakarta Timur. Area yang cukup panjang untuk ditempuh mungkin kurang pas kalau kita hanya sekear menikmati pemandangan alam, maka muncullah ide agar Area/Jalur yg ditempuh para peserta dalam acara Hakking Gorund bisa dibersihkan sampah-sampahnya, nantinya para peserta akan dibekali satu kantung tempat sampah untuk aksi sweeping sampah apada jalur yang ditempuh menuju air terjun (bersih-Bersih Gunung), tentu yang kita pikirkan stamina peserta akan makin tersedot karena harus memunguti sampah pula, maka panitia Petriduma mensiasati itu dengan hiburan berjalan dimana para peserta akan Hakking Ground sambil memungut Sampah dengan diringi musik live dari para senima Oi Jakarta Timur, dengan kata lain ini akan di lakukan “sesenang Mungkin”, menarik bukan.?!

Tentu selain acara2 diatas masih banyak acara menarik lainnya di Petriduma 7, ini semua akan menjadi rangkaian yang menarik untuk diikuti.




PENUTUP

Inilah Press Realese yang dapat kami sampaikan, kami mohon do’a dari seluruh kawan agar pergelaran acara Petriduma 7 di Cinumpang, Sukabumi 27-29 Mei 2014 dapat berjalan dengan lancar sesuai yang kami harapkan dan pada akhirnya acara serupa seperti ini nantinya dapat ditularkan ke yang lain dan menjadi virus kebaikan Terrhadap Lingkungan dan sampah.
Terima kasih juga kami ucapkan buat seluruh pihak yang telah membantu terlaksananya acara ini, tidak ada kata atau ucapkan yang dapat kami berikan kecuali ucapan terima Kasih dan balasan pahala dari ALLAH SWT, semoga semua menjadi bermanfaat untuk lingkungan kita dan lingkungan untuk anak cucu kita…Amiiin
Salam Oi..!!!


Panitia Publikasi Petriduma7

 NEO AMZAH 

 

SEMARAK ULANG TAHUN Oi KELOMPOK KEBAYA MERAH JAKARTA TIMUR KE-4


Cekiber Band

Salam Oi..!!

Badan Pengurus Kelompok Oi kebaya Merah Jakarta Timur menyelenggarakan perayaan Ulang Tahun yang ke-4 pada tanggal 10 Mei 2014 dikawasan Pondok Ranggon Jakarta Timur. Beragam acara dihadirkan untuk memeriahkan acara yang berdiri lewat sosok seorang Legend musik Iwan Fals ini, seperti Santunan Anak Yatim, Bersih-bersih kampung, Bazzar dan tentunya Apresiasi musik yang menjadi malam puncak acara.
"Untuk ulang tahun BPKel Oi Kebaya Merah ini tidak berbeda jauh dengan  acara ulang tahun sebelumnya, seperti biasa kami mengadakan Santunan Anak Yatim, Bersih-bersih kampung, Bazzar dan acara musik pada malam harinya", ujar Roesmin, Ketua BPKel Oi Kebaya merah.


KERIYAAN
Berbeda  dengan tahun lsebelumnya yang mengangkat tema "Bekerja Tanpa Malas,berkarya Tanpa Batas" pada ulang tahun ke-4 kali ini Oi Kelompok Kebaya Merah mengambil konsep KERIYAAN, yang dalam bahasa sunda Pondok Ranggon artinya "HAJATAN".
Keriyaan bukan berarti Sombong atau kesombongan tetapi Keriyaan yang dimaksud adalah hajatan (mengadakan Hajatan), yang unik di kaos para panitia bukan tulisan "PANITIA" tapi malah "PENGEJEK", tidak lain tidak bukan itu karena kemauan kawan2 anggota Oi Kelompok kebaya Merah sendiri dan sudah menjadi ciri khas Oi Jakarta Timur yang selalu "nyeleneh", ujar Roesmin.

Selain acara sosial yang merupakan agenda rutin Oi Kelompok Kebaya Merah, pada acara puncak tentunya ada apresiasi musik, artis-artis yang akan tampil merupakan artis-artis Oi jakarta Timur yang namanya sudah tidak asing lagi, seperti Cekiber Band, Varid Putra Mbah Surip, ojosh Proletraian, sajakustik, frog beach, Milly Mensen, Kebaya Merah Band, Dharma Wanita Oi Jakarta Timur dll.


TENTANG Oi KELOMPOK KEBAYA MERAH
"Bekerja Tanpa Banyak Bicara" itula motto yang dipakai oleh anggota Oi Kebaya Merah, sesuai dengan motto mereka memang tidak banyak bicara namun lebih banyak bekerja (action) yang mereka gerakan terutama untuk lingkungan masyarakat sekitar.
banyak sudah hal positif yang telah dilakukan oleh Kelompok Oi Kebaya Merah dalam keseharian untuk masyarakat sekitar mereka, seperti mendirikan perpustakaan di Sekretariat, kerja bhakti membersihkan kampung, Foging, Workshop kreativitas serta mendirikan Usaha Mandiri Bersama.
"Menurut saya yang membedakan oi Kebaya merah dengan Oi kelompok lainnya adalah dalam hal pergerakan lingkungan, mereka haus kegiatan dan ini merupakan contok pergerakan untuk anak-anak muda yang masih mencari Jatidiri" ujar Akmaludin, ketua BPK Oi Jakarta Timur.
Sementara itu menurut Soedick Purnomo, salah satu Pembina Oi Jakarta Timur dan salah satu pengurus BPP Oi juga mengemukakan harapan besar kepada Oi Kebaya Merah, "Harapan saya buat kawan-kawan Oi kebaya Merah selalu kreatif, selalu berjiwa sosial yang tiggi untuk masyarakat sekitar, lakukan aksi bersih-bersih dilingkungan itu menurut saya sangat baik, aksi kecil menjaga kebersihan lingkungan akan sangat berguna untuk kehidupan kita" ungkap Soedick Purnomo, salah satu pengurus BPP Oi sebagai ketua Departemen Organisasi dan Aparatur







 

TERNYATA PETRIDUMA Oi JAKARTA TIMUR BUKAN HANYA MILIK KAUM ADAM, JUSTRU KAUM HAWA ADA DIBALIK KESUKSESAN ACARA PETRIDUMA


Ternyata Kaum Hawa lebih tangguh di setiap acara Petriduma

Petriduma bukan milik kaum Adam tapi Kaum Hawa pun ikut meramaikan, bahkan kaum hawa lebih antusias mengikuti acara Petriduma Oi Jakarta Timur, ini bisa dibuktikan dari Petriduma 1 hingga Petriduma 6 tak sepi dari kaum Hawa dan bahkan tak sedikit kawan2 Oi Jakarta Timur menemukan pasangan hidupnya di acara Petriduma.
Ke ikut sertaan kaum Hawa diacara Petriduma bukan diperuntukan sebagai panitia yg hanya mengisi "Dapur Umum", justru kehadiran kaum Hawa sangat vital disetiap kegiatan acara Petriduma sebagai pembuat konsep acara, karena rata-rata kemampuan kaum Hawa ditempat yg dingin (pegunungan) lebih maksimal dibanding kaum Adam, salah satu contoh adalah soal koordinasi kebersihan Lingkungan dilokasi acara.
Banyak hal yang akhirnya kaum Hawa tertarik untuk terus mengikuti acara Petriduma, ada yang hanya sekedar Refreshing, ada yang menggali kenangan lama ketika bertemu pasangan hidupnya, ada yang berniat berkumpul dan ada juga yang datang ingin belajar, inilah yang akhirnya ditangkap oleh pengurus Oi Jakarta Timur untuk langsung melibatkan kaum Hawa sebagai panitia, tak lain dan tak bukan agar kaum Hawa bisa meng-eksplor keinginannya. Kaum Hawa diberi ruang yang cukup untuk membuat sebuah konsep dikegiatan Petriduma yang skalnya sangat besar dan Sakral agar sepulang dari Petriduma kaum Hawa bisa melakukan hal yg kecil dan terbiasa akan sebuah event karena sudah digojlok di Petriduma


Bagaimana minat kaum Hawa di Petriduma 7.??

Luar biasa animonya.!! mulai dari yang remaja dan ibu-ibu sudah luber memenuhi kuota kaum Hawa untuk Petriduma, seluruh kaum Hawa yang ada di Oi Jakarta Timur ikut serta meramaikan kegiatan Petriduma, apalagi koordinasi pendaftaran kaum Hawa kini lebih mudah karena sudah di handle oleh Darma Wanita Oi Jakarta Timur.
Inilah sebuah bukti bahwa kaum Adam Oi Jakarta Timur  tidak selalu mendominasi setiap event, justru kaum Adam selalu memberi ruang untuk kaum Hawa untuk bergerak sendiri, persamaan hak antara kaum Adam dan kaum Hawa tetap dijunjung, karena Petriduma adalah milik bersama.


Salam Oi.!!



Ayoo,..daftar segera dan bergabung bersama kami!!


PETRIDUMA 7, CINUMPANG 27-29 MEI 2014







 Berawal dari obrolan kecil di rumah kreatif Oi Jakarta Timur ttg Lingkungan dan hasil diskusi/obrolan ringan dengan IWAN FALS di leuwinanggung tentang Sampah maka disepakati bahwa masalah Sampah adalah masalah buat Oi Jakarta Timur untuk segera ditanggulangi. Kami sepakat bahwa ini harus dibawa ke Forum yg lebih besar di Oi Jakarta Timur seperti rapat Akbar yang menghadirkan para perwakilan dari kelompok-kelompok Oi yang ada di Jakarta Timur dan akhirnya Sekjen Oi Jakarta Timur Sdr. Fajar Yulianto (Cubluk) memutuskan untuk menggelar rapat Akbar pada hari Minggu 06 April 2014.
 
  Rapat Akbar hari minggu 06 April 2014 selain membahas Program lanjutan Workshop dan pelatihan juga membahas hasil diskusi kawan2 Oi tentang Lingkungan, pembahasan yg cukup panjang karena semua perwakilan pengurus Kelompok Oi ingin BPK Oi Jakarta Timur harus konsen dan tidak setengah-setengah bila komitmen melakukannya, Banyak dari peserta rapat yang hadir memberi usul opsi-opsi kegiatan berkenaan dengan lingkungan dan sampah, pada akhirnya semua sepakat bila Oi Jakarta Timur harus menggelar acara untuk itu dan tidak tanggung-tanggung acara yang digelar adalah PETRIDUMA-7 pada tgl 27-29 Mei 2014 di Cinumpang-Sukabumi, acara yang sangat Sakral di lingkup Oi Jakarta Timur. Menurut salah satu pengurus Oi Jakarta Timur, Bpk Neo Amzah PETRIDUMA sangat cocok untuk mengawali langkah Oi untuk berkomitmen ke masalah Lingkunagn dan Sampah, "kalau berbuat ya jangan tanggung-tanggung, suka atau tidak suka ini adalah keputusan yang telah disepakati maka menyukseskan adalah harga mati!", ujar kong Neo (sapaan akrab Bpk. Neo Amzah).

     Kesepakatan dan hasil rapat Akbar itu pun akhirnya dilaporkan langsung ke Ketua BPK Oi Jakarta Timur, Bpk. Akmaludin untuk minta restunya dan alhamdulillah restu itu pun akhirnya diberikan berikut dukungan, menurut beliau "Acara ini sangat singkat persiapannya, kalau semuanya FIGHT saya pun akan mendukung...karena baru kali ini acara PETRIDUMA digagas dengan waktu hanya 2 bulan, biasanya kami prepare waktu 4-5 bulan buat acara itu dikarenakan acara Petriduma adalah acara Sakral buat Oi Jakarta Timur", imbuh Bpk Akmaludin ketua BPK Oi Jakarta Timur.

 Setelah restu dari ketua BPK Oi Jakarta Timur didapat para pengagas bergerak cepat dengan membentuk struktur kepanitiaan dan akhirnya terbentuklah para panitia PETRIDUMA 7 yg secara menyeluruh dibawah koordinasi bidang JEJAK Oi Jakarta Timur, untuk Ketua di pilih Sdr. Abay dan wakil sdr. Zaelani (DADO), nama yg cukup populer diwilayah Oi Jakarta Timur bila ada perhelatan, untuk Sekretaris dan Bendahara ada Sdri. Eni dan Nur Hikmah yg akan mengatur bentuk administrsi dan pendanaan dan Sdr. Triyanto sebagai Humas Petriduma-7

  Konsep acara di Petriduma 7 memang masih mentah tapi bisa dipastikan bila Lingkungan dan Sampah menjadi hal utama yang akan di usung diacara ini, bersih2 gunung di sekitar lokasi Petriduma pun akan menjadi salah satu acara wajib nantinya, ini menjadi pertaruhan nama baik Ormas Oi secara keseluruhan ttg kepedulian kita akan Lingkungan Hidup dan Sampah, bila kita konsisten berbuat itu maka hal positif pun akan mengalir.

Acara yang selalu ditunggu-tunggu seluruh anggota Oi Jakarta Timur dan sebagaian kota-kota lain, keunikan dari acara inilah yang membuat daya tariknya sangat besar, animo peserta terus melonjak tiap digelarnya acara ini. banyak cerita, banyak kenangan yang tersimpan setiap mengikuti acara Petriduma, tentu tiap Petriduma mempunya kesan yang berbeda namun keseruan terus tergambar di acara ini.

Musik, games edukatif  sudah melekat ditiap pergelaran acara Petriduma, selain itu pula ada acara-acara andalan yang mengusung tema tiap Petriduma seperti Menanam, Bhakti Sosial, Bersih Lingkungan , Peduli Sampah dll. Mulai dari Petriduma 1 sampai Petriduma 6 pergelaran acara ini bisa dikatakan sukses besar, ratusan anggota Oi Jakarta Timur, ratusan peserta Oi Kota-kota lain  dan ratusan peserta umum sudah menjadi saksi serunya acara ini. Kecerian selama 3 hari 2 malam serasa tak hilang samapai acara Petriduma selanjutnya digelar lagi, inilah yang akhirnya menarik para peserta untuk mengulang terus
kenangan itu dan akhirnya mendaftarkan diri menjadi peserta. 

Petriduma 7 akan segera digelar pada bulan Mei di cinumpang, animo anggota  Oi Jakarta Timur untuk menjadi peserta luar biasa, kali ini Panitia Petriduma mengusung tema tentang Lingkungan Hidup dan Sampah, persiapan-persiapan sudah mulai dikerjakan oleh para penitia, karena ini adalah acara yang ke tujuh kalinya atau rutin maka tak heran para panitia sdh terbiasa dan tidak terlihat kerepotan. Persiapan dan Konsep acaranya memang masih digodok terus dilingkungan para pengurus BPK Oi Jakarta Timur, namun sedikit bocoran bahwa salah satu acara dipergelaran Petriduma kali ini adalah "Bersih-Bersih Gunung", acara yang menurut sebagian anggota asing ditelinga namun membuat penasaran.

Pergelaran acara Petriduma 7 ini telah disepakati akan digelar pada tanggal 27-29 Mei 2014, di desa Cinumpang, Sukabumi-Jawa Barat. sebelumnya acara Petriduma ke-5 pun mengambil lokasi di Cinumpang, alasan mengapa Cinumpang menjadi lokasi kembali untuk acara Petriduma 7 ini dikarena kami (Oi Jakarta Timur) ingin melihat tanaman yang sudah kami tanam 3 tahun yang lalu dan lokasinya juga sangat tepat dengan Tema yang kita usung kali ini, begitu pula dengan medannya yang sudah dikuasai betul oleh JEJAK Oi Jakarta Timur . Tim Ranger dari kepanitian sudah mulai men-survey lokasi acara petriduma ini dibantu oleh Kawan-kawan dari Oi Sukabumi, segala persiapan pun sudah mulai dibenahi dilokasi acara.


Petriduma.......memang selalu membawa keceriaan, inilah yang kami jaga agar Petriduma tetap memiliki ke-unikan dari acara-acara yang lainnya, tentu petriduma adalah acara Silaturahmi, tempat berkumpul dan bergandengan tangan untuk mempererat tali persaudaraan namun Petriduma adalah bagian dari sebuah kegiatan sosial dan edukasi. harapan kami mudah-mudahan apa yang kami perbuat di acara Petriduma dapat diikuti oleh kawan-kawan Oi lainnya, kami tidak meng-klaim diri kami paling baik tapi paling tidak ini adalah ajang untuk kita saling belajar bersama

Salam Oi..!!!

HASIL PELATIHAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAN SAMPAH AKAN DITERAPKAN DI PETRIDUMA 7







1.Lubang resapan biopori adalah metode resapan air yang ditujukan untuk mengatasi genangan air dengan cara meningkatkan daya resap air pada tanah. Metode
.
2.Peningkatan daya resap air pada tanah dilakukan dengan membuat lubang pada tanah dan menimbunnya dengan sampah organik untuk menghasilkan kompos. Sampah organik yang ditimbunkan pada lubang ini kemudian dapat menghidupi fauna tanah, yang seterusnya mampu menciptakan pori-pori di dalam tanah. Teknologi sederhana ini kemudian disebut dengan nama biopori
.
3.Manfaat Biopori memiliki segudang manfaat secara ekologi dan lingkungan, yaitu memperluas bidang penyerapan air, sebagai penanganan limbah organik, dan meningkatkan kesehatan tanah. Selain itu, biopori juga bermanfaat secara arsitektur lanskap karena telah digunakan sebagai pelengkap pertamanan di berbagai rumah mewah dan rumah minimalis yang menerapkan Biopori kini menjadi pelengkap penerapan kebijakan luas minimum ruang terbuka hijau di perkotaan bersamaan.

4.Biopori mampu meningkatkan daya penyerapan tanah terhadap air sehingga risiko terjadinya penggenangan air (waterlogging) semakin kecil. Keunggulan ini dipercaya bermanfaat sebagai pencegah banjir. Dinding lubang biopori akan membentuk lubang-lubang kecil (pori-pori) yang mampu menyerap air. Sehingga dengan lubang berdiameter 10 cm dan kedalaman 100 cm, dengan perhitungan geometri tabung sederhana akan didapatkan bahwa lubang akan memiliki luas bidang penyerapan sebesar 3,220.13 cm2. Tanpa biopori, area tanah berdiameter 10 cm hanya memiliki luas bidang penyerapan 78 cm persegi. Biopori telah dibuat di berbagai tempat di Jakarta dengan tujuan untuk mengurangi risiko terjadinya genangan air. Selain di Jakarta, biopori juga dibuat di daerah yang tidak memiliki risiko banjir. Biopori tersebut bermanfaat untuk menjaga keberadaan air tanah dan kelestarian mata air. Biopori menjadi alternatif penyerapan air hujan di kawasan yang memiliki lahan terbuka yang sempit.

5.Namun menurut penelitian , biopori tidak mampu mencegah banjir, namun efektif dalam menangani genangan air. Dengan dimensi pori-pori yang kecil, maka laju penyerapan air dikatakan relatif lebih lambat dibandingkan dengan debit aliran air ketika terjadi banjir bandang. Inventor biopori, Kamir R Brata sendiri pun mengingatkan bahwa fungsi biopori bukan hanya sebagai penyerap air karena hujan dan genangan air tidak terjadi sepanjang tahun,

6.Penanganan limbah organik
Biopori juga dapat mengubah sampah organik menjadi kompos. Pengomposan sampah organik mengurangi aktivitas pembakaran sampah yang dapat meningkatkan kandungan gas rumah kaca di atmosfer. Setelah proses pengmposan selesai, kompos ini dapat diambil dari biopori untuk diaplikasikan ke tanaman. Kemudian biopori dapat diisi dengan sampah organik lainnya. Sampah organik yang dapat dikomposkan di dalam biopori diantaranya sampah taman dan kebun (dedaunan dan ranting pohon), sampah dapur (sisa sayuran dan tulang hewan), dan sampah produk dari pulp (kardus dan kertas). :129 Sama seperti proses pengomposan secara umum, rasio C/N menentukan kualitas kompos yang akan didapatkan, sehingga penambahan limbah yang mengandung unsur N tinggi seperti limbah hewani perlu dicermati. Terlalu banyak limbah hewani akan menyebabkan kompos menjadi berbau pada tahap awal pengomposan.
Kesehatan tanah

7.Biopori juga dapat meningkatkan aktivitas organisme dan mikroorganisme tanah sehingga meningkatkan kesehatan tanah dan perakaran tumbuhan sekitar. Organisme dan mikrorganisme tanah memiliki peran penting dalam ekologi diantaranya sebagai detritivora dan pengikat nitrogen dari atmosfer. Pengikatan nitrogen mampu meningkatkan kadar nitrogen tanah sehingga penggunaan pupuk anorganik urea akan berkurang...!





"SUMPAH SAMPAH"


Inilah bentuk kesungguhan kami (Keluarga Besar Oi Jakarta Timur) terhadap Lingkungan dan Sampah, diacara Petriduma 7 yang diadakan di Cinumpang, Sukabumi-Jawa Barat kami akan ber-ikrar (Sumpah Sampah) bersama-sama untuk slalu memperhatikan kebersihan Lingkungan, baik itu sebagai masyarakat maupun sebagai anggota Ormas Oi.

Rencana dan Konsep yang kami buat diacara Petriduma 7 sangat sederhana dengan mengikut sertakan/ mengundang BPP Oi, BPW Oi DKI Jakarta, BPW Oi Jawa Barat, beberapa BPK Oi diwilayah Jakarta, Bekasi, Depok, Tangerang, Bogor, Sukabumi serta Komunitas2 Penggemar Iwan Fals lainnya. Harapan kami semua peserta yang hadir akan lebih mencintai lingkungannya dari yg sebelumnya dan ketika saat digelarnya hajat besar "Nyanyian Raya" semua sudah mempunyai bekal untuk menjaga kebersihan di arena Konser tsb, sederhana bukan.?? tapi efeknya mudah2an akan fositif nantinya.

Segala persiapan untuk acara ini pun terus digodok oleh seluruh panitia dan pengurus BPK Oi Jakarta Timur agar semuanya bisa berjalan maksimal, bahkan para anggota kami  (Oi Jakarta Timur) yang sekarang masuk di kepengurusan BPP Oi dan BPW Oi DKI Jakarta diintruksikan oleh Ketua BPK Oi Jakarta Timur untuk membantu/ pulang kekota sementara selama proses acara ini berjalan demi sebuah suksesnya acara Petriduma yang dianggap acara Sakral (sebuah keharusan setiap anggota untuk membantu). Alhamdulilah acara Petriduma 7 yang akan kami gelar ini sudah banyak mendapat dukungan dari beberapa pihak, mereka menilai ini adalah acara Rutin Oi Jakarta Timur dan konsep acaranya pun sangat ramah karena bersingungan langsung dengan Alam

Mudah2an semua persiapan untuk suksesnya acara ini tidak mendapatkan kendala sampai nanti digelarnya acara, kami juga mohon dukungan dari kawan2 Oi seluruh Indonesia agar acara yang kami gelar ini bisa berjala dengan maksimal dan menghasilkan sesuatu yang baik serta bermanfaat untuk anggota Oi, peserta dan Masyarakat Indonesia

Dengan Hati...
Yuuk....Kita Bersihkan Alam Dari Sampah


Salam Oi..!
Keluarga Besar Oi Jakarta Timur
 
Back To Top
Copyright © 2014 Berita Oi. Designed by OddThemes