BREAKING NEWS

Main Slider

Negri Para Penipu


Dasar manusia, keserakahan diagungkan..

Bermain kata, bertingkah semaunya..

Dunia sementara, siang dan malampun bergantian..

Tahta dan jabatan hanya cobaan..

Tak bisa engkau menipu yang "hak"

Bukan lagi soal diri sendiri..



Berapa banyak yang tak mengerti

Berapa banyak yang dibohongi

Lebih dari irisan semata..

Iwan fals, Pemberi Inspirasi....


Iwan Fals.... atau Bang Iwan aku menyebutnya, lama sudah aku menjadi pengagumnya. Tepatnya pada saat album "Sarjana Muda" dirilis. Waktu itu aku masih bersekolah di SMP. Lirik lagu yang pertama aku dengar dari Bang Iwan adalah "Tuhan... terlalu cepat semua.... Kau panggil satu satunya yang tersisa......dst..." Lantas setelah itu, aku kumpulkan uang sakuku supaya bisa dapat membeli kasetnya di toko kaset. Sejak saat itulah aku mulai selalu mendengarkan nyanyian Bang Iwan. Penasaran dengan lagu yang lain, aku cari album Bang Iwan yang sebelumnya, karena pada waktu itu menurut cerita teman-teman ada album-2 sebelumnya. Kebetulan sekolahku berlokasi tidak jauh dari Pasar Barang Bekas (Taman Puring - Jakarta Selatan), yang selalu aku lewati setiap berangkat dan pulang sekolah.

Suatu waktu sepulang dari sekolah, aku mampir di salah satu kios yang menjual segala jenis kaset seken. Beruntung aku dapat 1 album dari Bang Iwan, kalau gak salah "Perjalanan". Memang kualitas syair dan musiknya kalah dengan album Sarjana Muda, tapi aku tetap menyukainya. Lagu-lagunya ya lucu, ya getir... pokoknya campur aduk. ......

"....aku berjalan.... di atas jembatan.... waktu hari siang..... tengah keramain kota.... kupandang ke bawah...... berhimpit gubuk liar.... tempat tinggal gelandangan.... dst.... "

Di lain waktu lagi aku juga dapat 1 album lagi di kios yang sama. Album ini juga lucu, getir..... dan sebagainya. ...."hai mister geeele.... lu kok tega boongin gua..... dst".

Waktu-waktu selanjutnya, aku terus mengikuti perjalanan album-album Bang Iwan. dari "Opini", "Sumbang" dst.... Bahkan album-album kerjasama dengan pemusik-pemusik lain, "KPJ", "Swami", "Dalbo", "Kantata Takwa", "Kantata Samsara". Lirik lagu-lagu yang dinyanyikan Bang Iwan, mau nggak mau berperan membentuk atau memberi pengaruh bagi pola berpikirku. Karena hampir semua lirik lagu Bang Iwan punya kedalaman makna. Mungkin bisa dibilang "Iwan Fals Mania". Tapi sayangnya pada jaman (waktu) aku remaja itu, susah untuk melihat show Bang Iwan. Stasiun Tv yang ada cuma 1 , yaitu TVRI, punya pemerintah yang notabene pada jaman itu semi diktator . Pokoknya pemerintahan republik, tapi kedaulatan dan kekuasannya seperti kerajaan. Jadinya mana bisa lagu-lagu Bang Iwan ditampilkan di Tv atau Bang Iwan bebas berkonser. Kalaupun ada konser, publikasinya kurang, dan pengawasannya ketat banget. Pernah juga sih tampil di Tv, tapi lagu yang dibawakan yang manis-manis aja, Mata Indah Bola Pingpong, Kemesraan sebagai contohnya.

Seiring berjalannya waktu peraturan gak lagi terlalu ketat, dan konser-konser Bang Iwan juga sering. Hingga suatu saat aku dapat kesempatan nonton konsernya. Wuiiih... seneng banget, konser "Mata Dewa" di Parkir Timur Senayan. Kebetulan aku sudah punya albumnya, beli di toko kaset Mirah Jaya - Blok M, dapat hadiah Poster Bang Iwan, gede..... Waktu itu aku pajang di kamarku, di dinding dekat meja belajar. Meskipun konser mengalami sedikit gangguan dari ulah segelintir penonton (berantem antar penonton), tapi gak masalah buatku, tetep aja asyik, karena ini pertama kalinya aku nonton konser Bang Iwan.

Pada masa-masa aku sudah kuliah, ada lagi konser Bang Iwan yang aku tonton. Memang bukan Bang Iwan sendiri, melainkan grup "Kantata Takwa". Tapi tidak bisa dipungkiri, tokoh sentralnya tetep aja Bang Iwan. Inilah konser yang nggak pernah bisa aku lupakan. Bener-bener konser yang luar biasa....permainan sinar laser yang kalo gak salah didatngkan khusus dari Australia, dan bikin merinding waktu 150 ribuan orang nyanyi bareng Kantata Takwa ditemani cahaya lilin..... pokoknya wuiiihh.... top banget.... Gak percuma aku udah ngeboongin dosen. Ya, pada hari itu, kebetulan aku lagi dapat giliran maju untuk mata kuliah Seminar Akuntansi, tapi dengan alasan ada keperluan keluarga yang mendadak aku minta giliranku maju di undur pada waktu pertemuan kuliah berikutnya, dan diijinkan. Akhirnya bersama 2 orang temanku, jadilah aku nonton. Tiket udah siap, yang aku dapat dari potongan cover kaset album "Kantata Takwa"

Waktu-waktu selanjutnya setiap ada konser Bang Iwan di sekitar Senayan, aku selalu nonton. Kan ,lokasi di situ yang gak jauh dari rumahku (Blok A - Kebayoran Baru), jadinya kalo gak kebagian kendaraan pulang, masih kuat jalan kaki. Setelah dewasa (udah kerja) dan kos sendiri, pernah juga aku nonton konser Bang Iwan di Taman Mini Indonesia Indah.

Sampai saat ini aku masih jadi pengagum Bang Iwan, walau secara resmi nggak punya keanggotaan di Oi, tapi aku tetap ngikuti perjalanan Bang Iwan (yang terakhir sehabis pemilu di Metro Tv). Aku juga masih mendengarkan dan menikmati lagu-lagunya, tapi kali ini menggunakan memori card. Suatu saat aku akan mengumpulkan lagi koleksi-koleksi albumnya, karena kaset-kaset yang aku punya dulu sudah musnah ditelan banjir......

Meskipun aku udah nggak punya albumnya, tapi buat aku Bang Iwan gak ada matinya. Beliau adalah Inspirator, Legenda. Berani bersuara disaat yang lain takut, bukannya berani hanya kalau diantara sekian banyak orang yang berani. Dan di antara semua lagu yang bermakna dari Bang Iwan, ada 1 lagu yang terfavorit buat aku, "Petualang",

"...... yaaa..... sejenak.... hanya sejenak..... yaaa..... sekejap...... hanya sekejap...... ia merintih pada samudra...... sebebas camar ia berteriak..... dst.......

Terimakasih Bang Iwan,,.....

Salam,....

Biografi Iwan Fals


Jejak Rekam Iwan Fals

Lelaki bernama asli Virgiawan Listanto lahir di Jakarta, 3 September 1961 yang kemudian dipanggil Iwan Fals adalah anak dari pasangan Haryoso (ayah, almarhum) dan Lies (ibu). Menurut cerita ibunya ketika berumur bulanan setiap kali mendengar suara adzan magrib selalu menangis. Semasa kecilnya Iwan Fals pernah sekolah di Jeddah, Arab Saudi, di KBRI selama 8 bulan. Waktu pulang dari Jeddah ketika musim haji di saat kebanyakan orang membawa air zam-zam Iwan kecil menenteng gitar kesayangannya. Dalam perjalanan pesawat dari Jeddah ke Indonesia seorang pramugari menghampirinya dan meminjam gitar. Tapi begitu baru akan memainkan pramugari itu heran karena suara gitar fals. Waktu itu Iwan Fals belum bisa nyetem gitar. Pramugari itu membetulkan dan mengajari memainkan lagu Blowing in the Wind milik Bob Dylan.

Dari kecil Iwan Fals gemar olah raga. Iwan Fals aktif di bidang beladiri karate, silat, yudo, dan jenis olahraga yang lain seperti sepakbola, basket, dan volly. Di bidang olahraga Iwan Fals sempat berprestasi. Pernah Juara II Karate Tingkat Nasional. Pada tahun 1989 Juara IV Karate Tingkat Nasional. Iwan Fals juga sempat melatih karate di STP (Sekolah Tinggi Publisistik). Tapi ternyata musik menjadi pilihan. Musik adalah olah rasa. Iwan Fals menghilangkan filosofi menang-kalah. Terjun di dunia olah raga selalu saja ada menang-kalah.

Perjalanan karir musik Iwan Fals dimulai ketika sekolah di Bandung. Iwan Fals mulai ngamen saat duduk di bangku SMP. Perhatian lebih banyak tercurah pada gitar. Teman-teman Iwan Fals biasanya memainkan lagu-lagu Rolling Stones tetapi Iwan Fals lebih memilih memainkan lagu sendiri. Dengan memegang prinsip hidup mengalir dan memandang hidup dengan sederhana maka tercipta lagu-lagu yang liriknya lucu, humor, bercanda-canda, membuat orang bahagia. Jelek-jelek yang penting lagu ciptaan sendiri, ujar Iwan Fals. Kalau ada hajatan, kawinan, atau sunatan, Iwan Fals datang untuk menyanyi. Dulu yang menemaninya adalah Engkus seorang tukang bengkel sepeda motor. Karena di bengkel selalu banyak pengunjung maka Engkus tahu jika ada orang yang punya hajatan.

Bambang Bule dari Jakarta datang ke Bandung mencari tahu keberadaan Iwan Fals. Beliau datang membawa tawaran rekaman karena sebelumnya mendengar Iwan Fals dari Radio 8 EH milik ITB. Mahasiswa ITB aktif berdemonstrasi sering mengajak Iwan Fals di mimbar mahasiswa. Saat itu Iwan Fals masih sekolah di SMAK BPK Bandung. Bambang Bule berhasil bertemu Iwan Fals. Bermodalkan uang hasil menjual sepeda motor untuk membuat master, Iwan Fals bersama Toto Gunarto, Helmi, Bambang Bule yang tergabung dalam Amburadul memutuskan rekaman di Istana Music Records Jakarta. Rekaman Amburadul ternyata kasetnya tidak laku. Iwan Fals ngamen lagi dan kadang-kadang ikut festival. Setelah meraih juara di festival musik country , Iwan Fals mengikuti festival lagu humor yang diselenggarakan Lembaga Humor Indonesia. Oleh Arwah Setiawan (almarhum) lagu-lagu humor Iwan Fals lalu direkam, diproduseri Handoko. Nama perusahaannya ABC Records. Rekaman ramai-ramai bersama Pepeng, Krisna, dan Nana Krip. Tetapi rekaman ini pun tidak sukses tetap minoritas dinikmati kalangan tertentu seperti anak-anak muda.

Akhirnya Iwan Fals rekaman di Musica Studio dan musik Iwan Fals mulai digarap serius. Album Sarjana Muda misalnya, musiknya ditangani Willy Soemantri. Meski sudah rekaman dan kaset cukup laku tetapi kebanyakan orang hanya tahu nama tidak kenal wajah. Iwan Fals tetap menjalani profesinya sebagai pengamen. Album Sarjana Muda ternyata banyak diminati dan Iwan Fals mulai mendapatkan berbagai tawaran untuk bernyanyi. Iwan Fals berhenti ngamen setelah lahir anak kedua, Cikal yang lahir tahun 1985. Kemudian masuk televisi setelah tahun 1987 dan Lagu Oemar Bakri sempat ditayangkan di TVRI.

Iwan Fals memiliki kepekaan, lembut, dan mudah tersentuh oleh potret kehidupan di sekitarnya. Iwan Fals menulis syair dengan kedalaman hati. Kebenaran ada di hati dan masuklah sampai ruang terdalam maka dengarkanlah suara beningnya. Suara hati lebih jujur dan bebas mengekspresikan diri. Bagi Iwan Fals, menulis syair adalah rutinitas. Ibarat petani dari subuh dia bangun ambil pacul langsung pergi ke sawah dan mencangkul. Tidak pernah berpikir harus mencangkul yang mana dan tidak pernah berpikir mau tumbuh atau bahkan terserang hama. Begitupun Iwan Fals dalam menulis syair, tidak mesti menunggu mood. Yang Iwan Fals lakukan ambil gitar, memetik gitar, bernyanyi dan entah seperti apa jadinya.

Selama Orde Baru, ada beberapa jadwal konser Iwan Fals yang dilarang dan dibatalkan oleh pihak keamanan karena lirik-lirik lagunya yang kritis, demonstratif, dan membangkitkan perlawanan massif. Ketika Sofyan Ali menggagas rencana tour 100 kota di seluruh Indonesia terhalang oleh pembatalan izin secara tiba-tiba oleh kepolisian. Padahal seluruh perlengkapan, personel, seluruh persiapan konser sudah matang, dan sudah berada di lokasi konser Palembang. Akhirnya seluruh rangkaian tour 100 kota dibatalkan. Pada perjalanan panggung musik yang memarginalkan diri Iwan Fals, ada sedikit cahaya terang saat Iwan Fals menemukan ruang ekspresi dalam berkesenian di Bengkel Teater WS Rendra. Di sini tercipta media transformasi pemikiran kebudayaan untuk menambah wawasan dan berkarya maka terbentuklah Swami. Iwan Fals bertemu dengan Naniel, Sawung Djabo, Inisisri, Toto Tewel, Jerry, Tates, dan Cok Rampal maka lahirlah Swami yang namanya di ambil dari keadaan personil-personil berstatus sebagai suami dari masing-masing istri mereka. Saat bergabung dengan Swami nama Iwan Fals semakin mencuat dengan mencetak hits sangat fenomenal, Bento dan Bongkar. Perjalanan musik Iwan Fals terus berlanjut ketika Kantata Takwa pada tahun 1990 merilis album. Kantata Takwa, adalah sebuah proses interaksi individu-individu berkarakter yang dipayungi WS.Rendra (penulis sajak / lirik), Setiawan Djody (fasilitator), Jocky Suryo Prayogo (arranger / keyboard), Donny Fatah (bassis), Inisisri (drumer / perkusi) dan Sawung Djabo - Iwan Fals (pencipta lagu / penyanyi).

Mengamati perjalanan musik dan karya Iwan Fals sangat menarik untuk dikaji dan dibicarakan. Iwan Fals mengalami metamorfosis maka syair yang ada dari awal kelahirannya hingga sekarang sangat sarat dengan warna-warni kehidupan. Bisa dikatakan Iwan Fals tidak hanya kritis tetapi juga humanis, patriotis, humoris, romantis, filosofis bahkan agamis sehingga warnanya beraneka ragam namun tetap berkarakter sebagai Iwan Fals yang kita kenal saat ini.


Iwan Fals dan Keluarga

Iwan Fals menikah dengan Rosana atau yang akrab disapa Mbak Yos. Dari pernikahan ini Iwan Fals dianugerahi tiga orang anak yaitu Galang Rambu Anarki (almarhum), Annisa Cikal Rambu Basae dan Raya Rambu Rabbani. Nama yang kedengaran unik namun memiliki arti. Dan setiap nama anaknya selalu ada nama Rambu yang artinya tanda atau petunjuk, maksudnya supaya mereka menjadi tanda atau petunjuk bagi dirinya maupun bagi kehidupan orang-orang sekitarnya.

Galang Rambu Anarki adalah nama pilihan. Sebelumnya neneknya (Ibu Lies) memberi nama Galang Rambu Al Amin. Mba Yos memberi nama Galang Rambu Lanang (Lanang adalah Bahawa Jawa, artinya laki-laki). Galang adalah nama sebuah pulau pengungsian di Vietnam yang bermakna tempat bernaung atau tempat menampung. Galang Rambu Anarki tumbuh menjadi anak lelaki yang mudah bergaul, memiliki kepekaan sosial, memanusiakan orang, mudah bergaul sehingga menurut pengakuan Mbak Yos di rumahnya sering berkumpul setiap harinya sekitar 10 sampai 15 orang teman-temannya Galang. Anarki artinya saling membangun antara satu dengan yang lainnya. Nama Galang dijadikan salah satu lagu Iwan, berjudul Galang Rambu Anarki pada album Opini , yang bercerita tentang kegelisahan orang tua menghadapi kenaikan harga-harga barang sebagai imbas dari kenaikan harga BBM pada awal tahun 1981 yaitu pada hari kelahiran Galang (1 Januari 1981). Galang mengikuti jejak ayahnya sebagai musisi. Galang bergabung sebagai gitaris dalam kelompok musik Bunga. Namun Galang begitu cepat berlalu menghiasi kebahagiaan hidup. Pada tanggal 25 April 1997 Galang meninggal dunia. Iwan Fals sejak itu cukup lama menghilang dari dunia musik. Iwan Fals mulai aktif lagi pada tahun 2002 dengan menciptakan album yang bertajuk Suara Hati. Di dalam album ini ada lagu yang bercerita tentang keikhlasan menghadapi kenyataan kepergian Galang yang berjudul Hadapi Saja. Dalam lagu ini Mbak Yos juga ikut menyumbangkan suaranya. Atas nama cinta, Mbak Yos berusaha selalu hadir menemani Iwan Fals.
Annisa Cikal Rambu Basae atau dikenal dengan panggilan Cikal sebagai putri kedua juga diabadikan sebagai judul album dan judul lagu Iwan Fals yang terbit tahun 1991. Annisa artinya wanita. Cikal adalah tunas. Basae adalah penggempur benteng. Sebelumnya Cikal juga pernah dibuatkan lagu dengan judul Anissa pada tahun 1986. Lirik lagu ini cukup kritis dan perusahaan rekaman batal menyertakannya. Namun ada kesamaan antara lagu Galang Rambu Anarki dan Annisa yaitu pada bait terakhir yang berbunyi :

Cepatlah besar matahariku menangis yang keras janganlah ragu tinjulah congkaknya dunia buah hatiku doa kami di nadimu.
Cepatlah besar matahariku menangis yang keras janganlah ragu hantamlah sombongnya dunia buah hatiku doa kami di nadimu.


Pada tahun 2007 Cikal turut serta mengelola manajemen Iwan Fals sebagai Direktur PT Tiga Rambu. Pekerjaannya ini membuat Cikal lebih fokus mengurus perusahaan maka tak heran jika Cikal selalu hadir dalam setiap kesempatan tour Iwan Fals. Cikal menikmati pekerjaan ini karena lahir dari musik dan besar dari musik maka kehidupan Cikal tak bisa lepas dari musik.

Pada tanggal 22 Januari 2003, Iwan Fals diberikan anugerah yakni lahir seorang anak lelaki yang diberi nama Raya Rambu Rabbani. Raya adalah sebuah jalan besar. Rabbani adalah karena Allah semata. Saat itu usia Mbak Yos mengandung Raya adalah 42 tahun. Kehadiran Raya ini seakan jawaban rahasia Illahi dan memberi inspirasi dalam perjalanan karir Iwan Fals selanjutnya. Menurut pengakuan Mbak Yos, putra bungsunya itu sempat bertanya kenapa dirinya tidak dibuatkan lagu seperti kedua kakaknya. Sebab, selama ini ia hanya mendengarkan lagu Cikal dan Galang Rambu Anarki yang diciptakan Iwan Fals untuk kedua kakaknya. Nama Raya sebagai putra ketiga dikukuhkan menjadi judul untuk album terbaru Iwan Fals.


Menuju Nyanyian Raya

Pikiran-pikiran gila orang-orang berjiwa sehat adalah sosok manusia gila yang bisa merubah dunia. Manusia gila bukan berarti sakit jiwa tetapi manusia berakal sehat berhati sehat dan memiliki mimpi. Mimpi besar Iwan Fals adalah menjawab dan membuktikan bahwa dirinya pantas disebut legenda dengan mengumpulkan 4 juta penonton bernyanyi bersama lagu kebangsaan Indonesia Raya. Cita-cita mulia ini adalahmovement, mengajak masyarakat Indonesia untuk berani memberikan inspirasi, baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Ide gila ini direspon oleh Net TV. Net TV beriringan dan menjadi sejalan dengan impian Iwan Fals untuk mewujudkan cita-cita bersama ini. Konser Suara Untuk Negeri ini adalah perjalanan menuju Nyanyian Raya. Puncak dari rangkaian konser Iwan Fals Suara Untuk Negeri adalah konser besar Iwan Fals bertajuk Nyanyian Raya, yang akan diselenggarakan segera setelah Pemilu Presiden 2014. Dan dalam konser tersebut, menjadi pembuktian kepada dunia pemecahan rekor Guinness Book of World Record yang berskala internasional.

Masyarakat Indonesia dapat berpartisipasi secara langsung dalam Net Movement dengan datang ke konser Iwan Fals Suara Untuk Negeri, yang diadakan di 4 kota di Indonesia yaitu Medan, Bandung, Jakarta, Surabaya. Konser adalah silaturahmi dan kehadiran anda di sana siapapun anda dan dari manapun anda akan menjadi satu jalinan rasa yakni satu hati satu jiwa satu nusa satu bangsa. Silaturahmi adalah kekuatan dan kita akan menjadi pelaku sejarah. *sr


Bandung, (21/4/14)

LOGO oi


Waduh Kok Jadi Pengen Nonton Bola Ya...


Iwan Fals sejak SMP sudah gemar nonton bola di Senayan. Saat kuliah Iwan Fals terjun membela kesebelasan IISIP Jakarta. Selanjutnya bersama Raja Pane rajin mengikuti perkembangan sepak bola tanah air dan dunia.

Melalui akun twitter @iwanfals, Sabtu (17/10), pemilik nama asli Virgiawan Listanto ini menulis, “Waduh kok jadi pengen nonton bola ya.” Saat itu pers mengabarkan tentang ketegangan jelang pelaksanaan final Piala Presiden 2015 di Stadion Utama GBK dengan status siaga 1.

“Sepak bola jadi mencekam. Perlu hadir dan membuktikan kebenaran berita itu. Penonton anak-anak saya semua. Bangga punya anak berjiwa besar dan optimis hadapi hidup kedepan,” kata Iwan Fals.

Iwan Fals memandang perlu mengedepankan prestasi dan mengendalikan emosi. Ketegangan antara pendukung yang melahirkan sikap tidak saling menghormati sesama bukanlah ciri anak-anak Indonesia.

“Atau barangkali sebakbola adalah cermin, dimana kita bisa melihat diri kita sendiri. Itulah penonton bola kita, gimana kalau prestasinya dunia ya hiiii,” ungkap Iwan Fals.

Sabtu malam redaksi www.iwanfals.co.id mencermati situasi yang berkembang. Pantauan dari Bandung Bobotoh bergerak massif bakal memadati Jakarta. Sisanya Bobotoh Bon Jovi (Bobotoh Nu Lalajo Tivi). Redaksi melakukan jelajah pemikiran lintas supporter dari Bobotoh Bandung, Jack Mania Jakarta, dan Laskar Wong Kito Palembang yang ternyata ada komunikasi yang mesti dijabarkan antara mana ruang militansi supporter dan mana rambu-rambu yang mesti dijaga. Jika konflik ini sengaja dipelihara maka sepakbola Indonesia tidak pernah berkembang karena ketegangan antara pendukung hanya melahirkan emosi bukan prestasi.

Raja Pane mengajak Iwan Fals menyaksikan final Piala Presiden 2015. Bersama redaksi & dokumentasi (Epol & Firman) menuju GBK. Sepanjang jalan lancar. “Alhamdulillah ibadah haji Raja Pane berkah. Dua minggu masih ditemani malaikat,” ujar Iwan Fals tersenyum.

Ada yang membedakan antara menonton layar kaca (televisi) dan langsung di lapangan. Atmosfir lapangan berbeda. Heroik dengan suara gegap gempita puluhan ribu penonton adalah nyanyian jiwa para pejuang. Mereka mendukung dengan segala daya. Doa yang mengalir dan cucuran keringat di tengah desakan penonton adalah spiritual daya tahan fisik. Solidaritas kebersamaan menuju kemenangan adalah cita-cita. Nonton bola sama seperti nonton konser. Bedanya adalah nonton bola selalu ada suara yang keluar dari gelombang batin yang mengombak bersamaan tanpa kecanggihan teknologi, alami. “Bagi saya nonton bola dan nonton konser seperti haji, ibadah fisik,” kata Epol.

Iwan Fals menaruh rasa kangen dan hormat kepada penonton yang merespon pertandingan ini. Semangat penonton luar biasa dan ini sesungguhnya modal untuk maju. Iwan Fals memandang peristiwa ini adalah awal yang bagus untuk konsolidasi, belajar dewasa, siap menang siap kalah. “Menang kalah menarik tetapi jauh lebih menarik dari menang kalah adalah konsolidasi untuk kompetisi tanpa mafia. Sepak bola tanpa mafia,” tegas Iwan Fals.

“Kalo bersih-bersih jadi budaya penonton sepak bola kita, wuiiih berbahagialah Indonesia” kata Iwan Fals.

Forum Komunikasi


RAPAT KERJA KOTA VI & LAUNCHING BULETIN Oi JAKARTA TIMUR



RAPAT KERJA KOTA VI Oi JAKARTA TIMUR
&
LAUNCHING BULETIN Oi JAKARTA TIMUR

Rapat Kerja Kota (RAKERKOT) adalah forum Musyawarah yang dilaksanakan untuk menyusun kerangka dan strategi  program kerja Organisasi ditingkat Kota/Kabupaten yang memiliki kewenangan mengadakan evaluasi program sebelumnya dan menetapkan program berikutnya

Pasca Musyawarah Kota (MUSKOT) VI Oi Jakarta Timur yang diselenggarakan pada bulan Desember 2014 yang lalu terpilihlah Bpk Fajar Yulianto (Cubluk) sebagai Ketua BPK Oi Jakarta Timur Masa Bhakti 2014-2018, setelah terpilih beliau dibantu Tim Formatur segera menyusun struktur kepengurusan yang akan membantu kerja beliau sebagai ketua untuk menjalankan seluruh Program Kerja serta amanat Musyawarah Kota VI Oi Jakarta Timur.

Setelah terbentuk struktur kepengurusan setiap Divisi diwajibkan untuk menyusun/merancang Program Kerja yang meterinya merujuk pada hasil Rekomendasi Program Kerja Musyawarah Kota VI Oi Jakarta Timur, rancangan Program Kerja tersebut nanti yang akan di persentasikan ke setiap Kelompok Oi se-Jakarta Timur untuk mendapatkan persetujuan pada forum Rapat Kerja Kota VI Oi Jakarta Timur dan hasilnya akan ditetapkan menjadi Program Kerja selama 4 tahun masa bhaktinya.]


Minggu, 19 April 2015 akhirnya Oi Jakarta Timur menyelenggarakan Rapat Kerja Kota VI yang bertempat di Gedung SKKT Perum Klender-Jakarta Timur, acara yang dimulai pagi hari ini dibuka oleh acara-acara seperti Gerak dan tari, Musik, Teatre , sambutan-sambutan dan dipuncaknya yaitu Persentasi serta pemaparan Program Kerja setiap Divisi pengurus Oi Jakarta Timur. Rapat Kerja Kota VI Oi Jakarta Timur juga dihadiri oleh  Bpk H. Yunus dan Bpk Ahmad Arif (Ketua dan Sekjen BPW Oi DKI Jakarta), Bpk Syahrudin (Ketua BPK Oi Jakarta Barat) dan Bpk Wawan (Pengurus BPK Oi Jakarta Selatan) dan pembina-pembina Oi Jakarta Timur, pada sambutannya ketua BPK Oi Jakarta Timur, Bpk Fajar Yulianto berpesan agar forum Rapat Kerja Kota ini dijadikan moment untuk menyeleksi program-program apa saja yang akan Oi Jakarta Timur kerjakan nanti, beliau menekankan agar para peserta lebih cermat memilih Program kegiatan yang berskala prioritas demi kemajuan Oi Jakarta Timur.


Pada persentasi dan pemaparan Program Kerja yang dilakukan setiap Divisi struktur kepengurusan Oi Jakarta Timur nampak suasana interaktif, tanya jawab yang dilakukan antara pengurus dan peserta terlihat santai namun serius, pertanyaan-pertanyaan dari peserta seputar ”ingin tau maksud dan tujun program kerja itu rancang”, pengurus setiap divisi pun diwajibkan untuk menjawab semua pertanyaan yang dilontarkan oleh para peserta, inilah yang membuat suasana Rapat kerja Kota VI nampak interaktif dan hasil akhirnya pun seluruh Program Kerja struktur kepengurusan BPK Oi Jakarta Timur ditetapkan menjadi Program Kerja yang statusnya wajib untuk dikerjakan dan dijalankan.



LAUNCING BULETIN Oi JAKARTA TIMUR


Di sela-sela acara Rapat Kerja Kota VI Oi Jakarta Timur kali ini nampaknya Buletin Oi Jakarta Timur sebagai Badan Otonom Oi Jakarta Timur yang fokus pada bidang media, selain memaparkan Program kerjanya Buletin Oi Jakarta Timur juga memperkenalkan (launching) edisi perdananya serta memperkenalkan satu persatu tim Redaksi-nya. Pimpinan Redaksi Buletin Oi Jakarta Timur, Bpk. Neo Amzah pada sambutannya menyampaikan bahwa Buletin Oi Jakarta Timur adalah sebuah media produk asli kawan-kawan anggota Oi Jakarta Timur, Buletin Oi Jakarta Timur bukan untuk gagah-gahan semata melainkan untuk menunjang kinerja seluruh Divisi kepengurusan Oi Jakarta Timur, menjadi solusi pemberdayaan anggota Oi Jakarta Timur dalam bidang Media dan menjadi sarana menjalin hubungan antara Oi Jakarta Timur dengan pihak luar.

Pada kesempatan Launching ini pun Buletin Oi Jakarta Timur meminta dukungan dari semua pihak agar di edisi-edisi selanjutnya Buletin Oi Jakarta Timur mampu menghadapi tantangan-tantangan, mengingat Buletin Oi Jakarta Timur akan tetap mempertahankan ”Gaya Pemberitaan” yang sudah terkonsep dengan baik, kami tetap terbuka terhadap masukan-masukan atau kritikan-kritikan yang membangun, kami tidak ingin berangan-angan tp kami akan mengalir saja! Toh orang lain yang akan menilai bukan kita, tutup Neo Amzah

 





BULETIN Oi JAKARTA TIMUR



ORANG YG MENGUASAI DUNIA ADALAH ORANG YG MENGUASAI INFORMASI



Sebelumnya saya ucapakan terima kasih buat seluruh kawan2 yang telah mendukung dan membantu proses terbitnya "Buletin Oi Jakarta Timur", Media ini sebenarnya sudah ada sejak tahun 2011 di Oi JakTim namun konsep penyebaran informasinya hanya melalui MedSos, awalnya pun media ini dimunculkan hanya untuk meng-informasikan atau mempublikasikan agenda2 kegiatan program kerja BPK Oi Jakarta Timur yg dinaungi oleh Divisi Informasi dan Publikasi Oi JakTim, pada perkembangannya media informasi ini sempat mengalami kevakuman dan muncul lagi pada tahun 2015 ketika Ketua Oi JakTim, Bpk Fajar Yulianto (Cubluk) yg terpilih di Muskot VI Oi Jaktim pada bln Desember 2014 membutuhkan sebuah Media Informasi unt membantu kinerjanya menjalankan amanat Muskot.

Setelah diadakan pembicaraan serius ttg rencana pemunculan kembali media ini akhirnya BPK Oi JakTim sepakat unt memunculkan kembali Buletin Oi Jaktim dan merubah konsep "Buletin Oi Jaktim" dari semula informasi hanya melalui medsos menjadi informasi berbentuk media cetak, konten artikel/tulisannya pun bkn hanya diisi oleh kegiatan Oi JakTim melainkan Oi diseluruh Indonesia, penyebarannya pun direncanakan mencapai kawan2 Oi diseluruh Indonesia, akhirnya melalui SK Ketua Oi Jaktim Nomor.02 Buletin Oi Jaktim resmi menjadi Badan Otonom BPK Oi Jaktim, itu bisa diartikan skr Buletin dapat bergerak bebas (mandiri) dalam pengelolaan berita dengan tetap mendapat kontrol penuh dari BPK Oi Jaktim.
Tujuan utama diterbitkannya Buletin Oi JakTim ini adalah menyampaikan berita2 kegiatan, agenda2 program kerja, sosialisasi ke-organisasian Oi, kegiatan komunitas2 pecinta lagu-lagu Iwan Fals atau komunitas lainnya, masalah sosial, Seni budaya, pendidikan, olaharaga dan lingkungan hidup. Kami pun menyadari bahwa banyak agenda2 kegiatan kawan2 Oi didaerah yang belum tersentuh pemberitaannya dan kami disini berusaha unt menyentuh itu dan mengabarkannya kepada kawan2 Oi diseluruh Indonesia, tentu dgn segala keterbatasan hrs kami akui tdk dpt meliput secara langsung melainkan sementara ini hanya meminta kepada yg bersangkutan agar kegiatannya dpt kami kabarkan dan kami berusaha pula unt memberi ruang buat kawan2 unt meng-ekpresikan minat bakatnya dlm menulis.
 
Pentingnya sebuah Media dlm ke-organisasian dlm meng-informasikan agenda program kerja dan kegiatan2 menjadi mutlak sekarang ini, bagaimana media yg dikelola dgn baik dapat meningkatkan kinerja ke-organisasian termasuk bentuk transparansinya ke anggota. Media sebagai sarana informasi sdh menjadi keharusan keberadaanya dlm membantu mensosialisasikan sebuah agenda kegiatan atau program kerja, maka dari itu secara tdk langsung media adalah "mulutnya" organisasi. Pengelolaan media pun tidak bisa dgn cara asal, media ttp hrs dikelola dng baik agar informasi yg diberikan dpt menggambarkan keadaan sebenarnya, media hrs pula menjabarkan aktivitas2 ke-organisasian, maka dr itu media disebuah organisasi hrs dipegang oleh orang2 yg mengetahui betul karakteristik Organisasinya karena pengelolaan yg salah akan berdampak negatif buat Organisasi itu sendiri.

Buletin Oi Jaktim memiliki slogan sederhana yaitu "Beritanya Gaya Kita", ini di artikan bahwa berita yg kami sampaikan adalah berita dengan gaya penulisan Kita sendiri tanpa harus dibatasi dengan gaya bahasa2 luar yg terlalu kurang dimengerti oleh kita, kami mau berusaha untuk memakai bahasa Indonesia yg sederhana, tidak kaku dan tidak mengandung Fitnah!. Buletin Oi JakTim sendiri terus akan melakukan perbaikan2 kedepannya nanti, kami trs akan menggodok formula2 baru tanpa merubah konsep dasarnya, ini dimaksud agar Buletin Oi Jaktim tidak monoton dan kami jg akan berusaha agar Buletin menjadi Media yg Profesional. Kritik dan saran tentu akan kami nantikan dr kawan2 semua....karena media ini msh berbasis komunitas tentu kritik dan saran akan lebih menjadikan kami trs berbenah diri agar kedepannya menjadi lebih baik dlm segala hal.

Semoga Buletin Oi Jaktim ini nantinya akan menjadi solusi pemberdayaan kawan2 Oi, menjadi tempat bersilaturahmi antar komunitas-komunitas, menjadi ajang lahirnya kreativitas2 seni budaya dan menjadi garda terdepan dlm menjaga Ormas Oi dr pergeseran nilai2 yg telah dicita-citakan oleh Pendiri Oi.
Salam Oi..!!!

Neo Amzah 
Pimpinan Redaksi Buletin Oi Jakarta Timur

Buletin Oi Jakarta Timur: RAKERKOT VI Oi JAKARTA TIMUR, 19 APRIL 2015 "BEKERJA, BERKARYA DAN BERDAYA"

Buletin Oi Jakarta Timur, Badan Pengurus Kota Oi Jakarta Timur sebagai suatu wadah organisasi yang diharapkan mampu mengakomodir segala aspirasi anggotanya yang timbul maka diperlukan suatu forum yang dapat menentukan arah dan tujuan dari sebuah organisasi untuk dapat merealisasikan segala aspirasi yang timbul. Oleh karena itu, sebagai langkah awal untuk menentukan dan menetapkan arah dan tujuan Badan Pengurus Kota Oi Jakarta Timur secara utuh dapat dilakukan melalui suatu kegiatan yang dinamakan “Rapat Kerja Kota (Rakerkot) Oi Jakarta Timur”, dalam kegiatan ini kita dapat menentukan arah dan tujuan yang akan dicapai serta menetapkan segala program kerja yang akan dilaksanakan untuk dapat mengakomodir segala aspirasi yang berkembang dikalangan anggota Oi Jakarta Timur.

Rencananya Rakerkot VI Oi Jakarta Timur ini akan diadakan pada tanggal 19 April 2015 yang mengambil tempat di Gedung SKKT Malaka Jaya-Jakarta Timur dan mengambil tema "Bekeja, Berkarya dan Berdaya", menurut ketua pelaksana Ryan Aryanto yg juga Sekjen BPK Oi Jakarta Timur bahwa pelaksanaan Rakerkot ini menindak lanjuti hasil rekomendasi Program Kerja Musyawarah Kota VI Oi Jakarta Timur dimana Bpk Fajar Yulianto terpilih menjadi ketua Oi Jakarta Timur masa bhakti 2014-2018, Rakerkot ini akan membahasa seluruh Program-Program yang sudah disepakati bersama dan akan direalisasikan programnya oleh masih-masing Divisi kepengurusan Oi Jakarta Timur, ujar Ryan.

Persiapan-Persiapan materi dan yang berhubungan dengan pelaksanaan Rakerkot ini pun sedang berproses dimana setiap Divisi akan melaporkan atau menyerahkan program kerjanya selama 4 tahun, baik program kerja jangka panjang maupun program kerja jangka pendek, Semua sudah kami siapkan apa-apa yang dibutuhkan dalam pelaksanaan Rakerkot VI ini, baik materi maupun dana penyelenggaraan, semua panitia bekerja sesuai tugasnya dan kami rasa itu sudah lebih dari cukup, ujar ketua BPK Oi Jakarta Timur Bpk. Fajar Yulianto (Cubluk). Sebelumnya memang diakui oleh ketua Oi Jakarta Timur bahwa Rakerkot VI ini akan diundur pelaksanaannya mengingat begitu padatnya kegiatan yang ada di Oi Jakarta Timur , namun karena satu hal yang mendesak Rakerkot VI ini pun akhirnya dipercepat pelaksanaannya agar Pengurus Oi Jakarta Timur masa bhakti tahun 2014-2018 dapat langsung bekerja dan memetakan program-program yang ber-skala prioritas.

Pelaksanaan Rakerkot ini sendiri padapelaksanaannya sudah ditentukan aturan-aturan mainnya, salah saunya peserta yang diundang, rencananya paanitia pelaksana akan menerbitkan Petunjuk Pelaksanaan Rakerkot dimana jumlah kepersetaan akan diatur didalamnya, pada umumnya Rakerkot akan mengundang 2 Peserta dari tiap-tiap kelompok Oi  dan wajib dihadiri oleh seluruh Jajaran pengurus Oi Jakarta Timur Masa Bhakti 2014-2018. Pengurus nantinya akan memaparkan seluruh program kerjanya disidang Rakerkot dimana peserta nantinya yang akan menyetujui atau tidaknya program kerja itu untuk dilaksanakan, peserta pun ber-hak untuk menjadikan sebuah program kerja menjadi skala prioritas.

semoga acara Rakerkot VI Oi Jakarta Timur dapat berjalan dengan lancar dan sukses serta menghasilkan keputusan-keputusan yang menjadikan sebuah program kerja yang jitu untuk kebaikan masyarakat dan pemberdayaan anak muda.


SEGERA HADIR DIBULAN APRIL..!!

EDISI PERDANA BULETIN Oi JAKARTA TIMUR
BERITANYA GAYA KITA



 PENDAKIAN BERSAMA PART 2 JELAJAH ALAM Oi JAKARTA TIMUR

Mt PRAU - DIENG, 14-17 MEI 2015


Melangkah Bersama Jadikan Alam Sahabat Kita...!!
Masih Kita Tunggu Untuk 15-Set Kouta Lagi
Idr : 550.000/Orang Minimal DP 30% )
FASILITAS :
* Bus AC Set 59 PP-> Jakarta Dieng Start Depan Mc Donal Jatiwaringin
* Homstay + Makan 2 x. Sebelum Pendaki Dan Sesudah Pendakian
* Simaksi Mt Prau
* Simaksi Wisata Dieng
* Sovenir
* Kaos Ifent Lengan Panjang
* Dokumentasi Foto Saat Ifent
* Seticker
* Doorprice
* DLL
Peserta Terbatas 50 Kouta /
Terbuka Untuk Umum Pembayaran Bisa Diangsur,
Batas Ahkir Pendaftaran 20 April 2015,
Tehcnikal Meeting 25 April 2015 Alamat Pendaftaran
.JL..SETIA 1 RT.003/012.NO 18 JATIWARINGIN-PONDOK GEDE -BEKASI
More Info :
- Imam : 085311378976
- Nur Hikmah : 081218176184/BBM .76885993
-Tarmudi Agus : 085719419315/BBM.7412C2F3
- Abenk : 089653316358/BBM.751C7BDF
*Via Rek :
- Bca : 2302313441. A/N. NUR HIKMAH
- Mandiri :166-00-0116720-4 A/N. TARMUDI
- Supprted By :
* Larva Shop
*Teras Kita Outdoor Shop
*Akasaka Outdoor Sandal
*Arpac Natural Of Energy
*Yamaha Jelajah Alam
* Bekap Adventure Comunitty
* Adler Adventure
*Zona Matic 17
* Badan Pengurus Kota Oi Jakarta Timur
- Media Partner : Sonora 92.0 Fm
- Guestar Wilems Tasiam Pelopor Pendaki Marahton

 
Back To Top
Copyright © 2014 Berita Oi. Designed by OddThemes